Minggu, Maret 8, 2026

Karawang, West Java

spot_imgspot_img

BERITA LAINNYA

spot_img

Related Posts

Muara Sungai Tangkolak Dangkal, Aktivitas Nelayan Tradisional Cilamaya Wetan Tersendat

Muara Sungai Tangkolak Dangkal, Aktivitas Nelayan Tradisional Cilamaya Wetan Tersendat

KARAWANG – Nelayan tradisional di kawasan Tangkolak, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, mengeluhkan kondisi muara Sungai Tangkolak yang kian mengalami pendangkalan. Situasi ini dinilai sangat menghambat aktivitas melaut sekaligus menyulitkan proses sandar perahu nelayan.

Pendangkalan muara memaksa para nelayan menunda keberangkatan hingga air laut pasang. Pasalnya, saat air surut kedalaman aliran sungai hanya berkisar sekitar 20 sentimeter, sehingga berisiko tinggi membuat perahu tradisional kandas.

Salah seorang nelayan Tangkolak, Dama Saputra, mengungkapkan bahwa sedimentasi di muara sungai semakin parah akibat pasir yang terbawa gelombang laut dan mengendap di aliran Sungai Tangkolak.

“Sedimentasi ini makin parah. Gelombang laut mudah masuk ke muara dan membawa pasir, sehingga aliran sungai semakin dangkal,” ujar Dama kepada awak media, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, sepulang melaut para nelayan harus bergantian agar perahunya bisa masuk ke aliran sungai dan bersandar di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Bahkan, tak jarang para nelayan harus saling membantu dengan cara mendorong perahu dari muara hingga ke lokasi sandar.

“Kondisi ini sangat menyedihkan. Kami harus bergiliran dan mendorong perahu dari muara sampai TPI. Selain melelahkan, prosesnya juga memakan waktu lama,” katanya.

Menurut Dama, pendangkalan muara Sungai Tangkolak kini telah mencapai sekitar 60 persen dari total lebar muara yang dipenuhi sedimen pasir. Dampaknya, kapal nelayan berukuran di atas 5 Gross Ton (GT) tidak dapat keluar-masuk muara.

“Kalau satu perahu berlayar, perahu lain jadi sulit masuk atau keluar. Kami harus saling membantu agar tidak kandas,” ungkapnya.

Atas kondisi tersebut, para nelayan berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk melakukan penanganan, seperti pengerukan muara sungai.

“Kami sangat berharap ada tindakan segera dari pemerintah. Laut adalah sumber penghidupan utama kami, dan kondisi muara yang dangkal ini sangat mengganggu aktivitas nelayan,” pungkas Dama. (Irwan)

spot_img

TOP NEWS

spot_img

PEMERINTAHAN

ARTIKEL POPULER