Ide Brilian Yuslizar Petugas Kolecer, Cilamaya Wetan Karawang Digagas Jadi Kecamatan Literasi
KARAWANG – Sebuah gagasan brilian datang dari Yuslizar Irpan, selaku petugas Kolecer (Kotak Literasi Cerdas) Kecamatan Cilamaya Wetan, Dinas Perpustakaan Kabupaten Karawang. Ia menggagas ide besar untuk menjadikan Kecamatan Cilamaya Wetan sebagai kecamatan literasi, dengan menghadirkan sebuah gedung perpustakaan cabang yang representatif dan lengkap dengan sarana pendukungnya.
Gagasan tersebut dinilai sangat relevan dengan upaya meningkatkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah Cilamaya Wetan.
Menurut Yuslizar, salah satu langkah strategis yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan bangunan bekas kantor pemadam kebakaran (Damkar) yang saat ini sudah tidak digunakan lagi.
“Bangunan tersebut sangat potensial untuk dijadikan pusat kegiatan literasi masyarakat. Lokasinya strategis dan bisa dimaksimalkan menjadi gedung perpustakaan cabang yang nyaman, lengkap, dan mudah diakses,” ujar Yuslizar Irpan saat ditemui, Selasa (13/1/2026).
Ia menjelaskan, konsep yang diusung bukan sekadar perpustakaan konvensional, melainkan pusat literasi terpadu. Masyarakat nantinya tidak hanya datang untuk membaca buku, tetapi juga dapat melakukan berbagai kegiatan literasi lainnya, seperti diskusi buku, kelas menulis, pojok baca anak, pelatihan literasi digital, hingga kegiatan edukatif bagi pelajar dan masyarakat umum.
Dengan dipusatkannya aktivitas literasi di satu tempat, Yuslizar optimistis budaya membaca di Cilamaya Wetan akan semakin tumbuh dan berkembang.
“Kalau fasilitasnya nyaman dan kegiatannya menarik, masyarakat akan lebih gemar datang, membaca, dan belajar. Literasi itu tidak bisa dipaksakan, tapi harus dibiasakan,” tambahnya.
Untuk mewujudkan ide besar tersebut, Yuslizar menegaskan pentingnya dukungan dari semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, pemerintah kecamatan dan desa, hingga peran aktif masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar program kecamatan literasi ini dapat berjalan secara berkelanjutan.
Gagasan tersebut pun mendapat respon positif dan apresiasi dari warga masyarakat. Mereka menilai rencana tersebut sebagai langkah maju yang sangat bermanfaat, terutama bagi generasi muda dan pelajar.
Keberadaan gedung perpustakaan cabang diharapkan dapat menjadi ruang belajar alternatif sekaligus pusat pengembangan wawasan masyarakat.
“Kalau ada perpustakaan yang lengkap dan nyaman, tentu sangat membantu anak-anak dan warga. Apalagi kalau ada kegiatan literasi rutin, ini sangat positif,” ungkap Yanto salah seorang warga Cilamaya Wetan.
Warga berharap, ide brilian ini dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan, sehingga Cilamaya Wetan benar-benar dapat menjadi contoh kecamatan literasi di Kabupaten Karawang. Dengan meningkatnya budaya membaca, diharapkan kualitas sumber daya manusia juga ikut meningkat seiring berkembangnya pengetahuan dan wawasan masyarakat.
Ide ini menjadi bukti bahwa inovasi dan kepedulian terhadap literasi dapat lahir dari siapa saja, termasuk dari petugas di lapangan, demi kemajuan pendidikan dan peradaban masyarakat. (Irwan)






