Diduga PSM Encek Pungli Aktivasi KIS Rp200 Ribu, Warga Talunjaya Banyusari Menangis Tak Bisa Berobat
KARAWANG — Pelayanan sosial di Desa Talunjaya, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menuai sorotan tajam. Seorang warga Dusun Talunasman RT 04/02, Susilawati, mengaku kecewa dan terpukul setelah diduga dimintai uang sebesar Rp200 ribu oleh Petugas Sosial Masyarakat (PSM) desa setempat bernama Encek alias Muhidin untuk mengaktifkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya.
Peristiwa tersebut bermula saat Susilawati hendak meminta rujukan pengobatan ke Puskesmas Gempol. Namun, pihak puskesmas menyatakan bahwa KIS miliknya dalam kondisi tidak aktif dan menyarankan agar pengaktifan dilakukan melalui PSM desa.
Alih-alih mendapatkan solusi, Susilawati justru mengaku dimintai uang oleh PSM tersebut.
“Diminta Rp200 ribu untuk mengaktifkan KIS. Saya tawar Rp100 ribu juga tidak mau. Kalau saya punya uang pasti dibayar. Inikan saya sedang kesusahan begini. Sampai nangis sampai tifdak bisa ditawar sama sekali,” ungkap Susilawati dengan nada kecewa, Rabu 21 Januari 2026.
Ia menambahkan, saat itu dirinya dalam kondisi sakit dan tidak memiliki uang sama sekali. Akibatnya, hingga Rabu, 21 Januari 2026, KIS belum juga aktif dan dirinya belum mendapatkan rujukan pengobatan.
“Saya minta diaktifkan hari Senin, tapi sampai sekarang belum bisa dirujuk. Ini menyangkut kesehatan, bahkan nyawa,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan Jaya, suami Susilawati. Setelah mendengar cerita istrinya, Jaya langsung mendatangi Kantor Desa Talunjaya untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun, saat itu kepala desa tidak berada di tempat dan hanya ditemui para pegawai desa.
“Mereka bilang nanti akan dibantu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Kami sangat kecewa,” ujar Jaya.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga meminta Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, untuk turun tangan dan memberikan tindakan tegas terhadap oknum PSM yang diduga menyalahgunakan kewenangan.
“Masyarakat lagi susah bukan ditolong, malah dimintai uang. Kalau hanya kebijakan administratif mungkin masih bisa dimaklumi, tapi ini sudah di luar kewajaran. Ini urusan nyawa, kok dikomersilkan,” tegas Jaya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PSM Encek maupun dari Pemerintah Desa Talunjaya terkait dugaan pungutan tersebut.
Reporter:Irwan






