KARAWANG – Akses jalan menuju sejumlah fasilitas pendidikan dan pelayanan publik di wilayah Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, viraal setelah terendam banjir cukup parah pada Jumat, 23 Januari 2026. Banjir tersebut menggenangi jalan lapang bola Desa Mekarmaya yang merupakan jalur utama menuju MTsN 1 Karawang, MAN 1 Karang, KUA Cilamaya, serta pemukiman warga sekitar.
Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu lutut orang dewasa, sehingga akses kendaraan roda dua maupun roda empat terputus total.
Akibat kondisi tersebut, aktivitas belajar mengajar di MTsN 1 Karawang terpaksa dihentikan sementara. Pihak madrasah memutuskan siswa belajar dari rumah demi keselamatan.
Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi sejak Kamis kemarin hingga Jumat pagi, ditambah dengan meluapnya saluran air kalen tasrip yang tidak mampu menampung debit air.
Kondisi drainase yang sempit dan dangkal diduga menjadi penyebab utama air cepat meluap ke badan jalan.
Kepala MTsN 1 Karawang, H. Suparwoto, M.Pd, saat dikonfirmasi membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan keselamatan siswa menjadi prioritas utama pihak sekolah.
“Kondisi banjir cukup tinggi dan tidak memungkinkan siswa maupun guru melintas. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran kami alihkan dari rumah sampai kondisi benar-benar aman,” ujarnya.
Ia juga berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait untuk penanganan jangka panjang.
“Kami sangat berharap ada perbaikan sistem drainase dan normalisasi kalen tasrip, karena banjir di titik ini hampir selalu terulang setiap musim hujan,” tambahnya.
Hal senada disampaikan masyarakat setempat. Warga mengeluhkan banjir yang kerap terjadi dan menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk akses ke sekolah dan kantor pelayanan publik.
“Kalau hujan deras, air pasti meluap. Jalan ini satu-satunya akses ke sekolah dan KUA. Kami minta pemerintah segera turun tangan,” ujar salah seorang warga Desa Mekarmaya.
Warga dan pihak sekolah berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi saluran air serta perbaikan drainase, agar banjir tidak terus berulang dan mengganggu pelayanan pendidikan maupun aktivitas masyarakat.
Reporter: Irwan






