1.200 KK Terdampak, Banjir Rendam Empat Dusun di Desa Purwajaya Tempuran Karawang
Karawang — Banjir kembali melanda Desa Purwajaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang, dan berdampak serius terhadap kehidupan warga. Sedikitnya 1.200 kepala keluarga (KK) terdampak cukup parah dari total 1.536 KK yang tinggal di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Desa Purwajaya, H. Tarno, melalui Kasi Pemerintahan Engkus Kusnadi, genangan air di sejumlah titik mencapai ketinggian hingga 1 meter, terutama di wilayah dataran rendah dan sekitar saluran irigasi.
Empat dusun dilaporkan hampir seluruhnya terendam banjir, yakni Dusun Banir, Dusun Sudah, Dusun Wagir Lumbung, dan Dusun Pulo Gebang. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga lumpuh dan banyak rumah terendam air.
“Banjir ini bukan hanya di pinggir jalan, tapi hampir menyeluruh ke permukiman warga,” ujar Engkus, Senin (26/1/2026).
Pemerintah Desa Purwajaya telah menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Namun, keterbatasan anggaran membuat bantuan yang tersedia masih sangat minim.
Hingga saat ini, bantuan baru sebatas mie instan, sementara kebutuhan mendesak lainnya seperti beras, air bersih, perlengkapan sanitasi, serta kebutuhan balita belum terpenuhi.
“Anggaran desa terbatas, dan untuk saat ini bantuan baru sebatas mie instan,” jelas Engkus.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Desa bersama aparatur desa, kepala dusun, RT, serta melibatkan tenaga medis dari UPTD Puskesmas DTP Tempuran untuk memantau kondisi kesehatan warga.
Selain kerugian material, banjir juga meningkatkan risiko kesehatan.
Sejumlah warga mulai mengeluhkan demam, kesulitan mendapatkan air bersih, serta munculnya kekhawatiran terhadap penyakit akibat lingkungan yang tergenang.
Pihak UPTD Puskesmas DTP Tempuran dijadwalkan mulai besok melakukan kunjungan langsung ke Desa Purwajaya untuk memberikan layanan kesehatan dan pemeriksaan bagi warga terdampak banjir.
Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada bantuan resmi dari BPBD Kabupaten Karawang maupun instansi pemerintah lainnya, meskipun kondisi di lapangan dinilai cukup memprihatinkan.
“Untuk bantuan dari BPBD atau dinas lain, saat ini belum ada,” tambah Engkus.
Pemerintah Desa Purwajaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Harapannya, musibah seperti ini tidak terulang. Kasihan warga jika terus berulang,” pungkas Engkus.






