Bantuan Sosial Pemkab Karawang Sasar Guru Ngaji dan Penggiat Keagamaan di 12 Desa se Kecamatan Banyusari
KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran keagamaan dan sosial masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi para pelaku keagamaan di wilayah Kecamatan Banyusari. Bantuan tersebut disalurkan kepada guru ngaji, pengelola DTA, TPQ, MI, MTs, amil, serta marbot yang tersebar di 12 desa se-Kecamatan Banyusari.
Kegiatan penyaluran bansos ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Aula Kantor Kecamatan Banyusari, dan berlangsung dengan tertib, aman, serta penuh khidmat. Program ini merupakan bagian dari perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Karawang terhadap para pejuang pendidikan dan keagamaan yang selama ini berkontribusi besar dalam membina akhlak serta keimanan masyarakat, khususnya di tingkat desa.
Sebanyak 531 penerima bantuan tercatat menerima bansos pada kesempatan tersebut. Mereka berasal dari 12 desa yang ada di Kecamatan Banyusari dengan rincian sebagai berikut: Desa Cicinde Selatan sebanyak 51 orang, Cicinde Utara 44 orang, Pamekaran 55 orang, Jayamukti 74 orang, Gempol 51 orang, Gempol Kolot 41 orang, Mekarasih 45 orang, Banyuasih 35 orang, Gembongan 41 orang, Talunjaya 23 orang, Tanjung 35 orang, serta Desa Kutaraharja sebanyak 36 orang.
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para penerima, sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas keagamaan dan sosial di tengah masyarakat. Para guru ngaji, amil, dan marbot dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai religius, memperkuat pendidikan keislaman sejak usia dini, serta menjadi garda terdepan dalam pelayanan umat.
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Banyusari, Sukanta,SE dalam keterangannya menyampaikan bahwa bantuan sosial ini merupakan hasil pendataan yang telah dilakukan secara cermat dan transparan. Ia menegaskan bahwa seluruh penerima telah melalui proses verifikasi agar bantuan tepat sasaran.
“Alhamdulillah, hari ini bansos bagi guru ngaji, DTA, TPQ, MI, MTs, amil, dan marbot dapat tersalurkan dengan baik kepada 531 penerima dari 12 desa. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap para pejuang keagamaan yang selama ini bekerja dengan penuh keikhlasan,” ujar Sukanta.
Ia juga berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima dan menjadi penyemangat untuk terus berkhidmat kepada masyarakat. Menurutnya, keberlangsungan pendidikan keagamaan dan pelayanan umat sangat bergantung pada peran para tokoh dan pengelola lembaga keagamaan di tingkat desa.
Kegiatan penyaluran bansos ini pun mendapat sambutan positif dari para penerima. Mereka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Karawang atas perhatian yang diberikan.
Diharapkan, program serupa dapat terus berlanjut dan semakin ditingkatkan di masa mendatang guna memperkuat kesejahteraan sosial dan keagamaan masyarakat Karawang, khususnya di Kecamatan Banyusari.
Laporan: Irwan






