Rabu, Maret 18, 2026

Karawang, West Java

spot_imgspot_img

BERITA LAINNYA

spot_img

Related Posts

Polemik Memanas! Ketua PJN Yudhy Elwahyu Sebut Wartawan Pengemis di Depan Para Kades

Polemik Memanas! Ketua PJN Yudhy Elwahyu Sebut Wartawan Pengemis di Depan Para Kades

KARAWANG – Kegaduhan terjadi di wilayah Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Yudhy Elwahyu yang mengaku sebagai Ketua Umum Persatuan Jurnalis Nusantara (PJN). Pernyataan tersebut dinilai telah menghina profesi wartawan dan memicu reaksi keras dari kalangan insan pers setempat.

Peristiwa itu diungkapkan oleh salah satu wartawan media online yang kerap meliput di wilayah Banyusari, Gunawan yang akrab disapa Kong Iwan, pada Selasa (17/3/2026). Ia menyampaikan bahwa ucapan tersebut terjadi saat berlangsung pertemuan di kantor PJN yang beralamat di Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari Kabupaten Karawang tepatnya samping kantor desa pamekaran pada Minggu 15 Maret 2026 malam senin.

Menurut Gunawan, awalnya para kepala desa se-Kecamatan Banyusari mendatangi kantor PJN untuk meminta klarifikasi terkait pernyataan Yudhy di salah satu media online. Dalam pernyataannya sebelumnya, Yudhy disebut-sebut akan melaporkan para kepala desa ke Kejaksaan Negeri Karawang.

Berita Lainnya  Aksi Nyata AMKI Karawang, Donor Darah untuk Kemanusiaan di Bulan Ramadhan

Situasi pertemuan yang semula dimaksudkan untuk mencari penjelasan justru memanas. Dalam perdebatan yang terjadi antara Yudhy dan para kepala desa, secara tiba-tiba Yudhy melontarkan pernyataan yang dinilai merendahkan profesi wartawan.

“Di tengah perdebatan itu, dia (Yudhy) tiba-tiba menyebut wartawan pengemis. Bahkan dengan bahasanya sendiri mengatakan bahwa dirinya tidak pernah datang ke desa-desa untuk meminta-minta, sementara wartawan lain banyak yang datang ke desa menjadi pengemis,” ungkap Gunawan.

Pernyataan tersebut sontak mengejutkan pihak yang hadir, termasuk para wartawan yang berada di lokasi, di antaranya Gunawan dan Rohman. Gunawan menilai ucapan itu tidak hanya tidak pantas, tetapi juga telah mencederai marwah profesi jurnalistik.

Berita Lainnya  Antusias Pendaftar Tinggi, Gokar Mulai Tahap Verifikasi Mitra Driver dan Tenant

“Saya tidak terima profesi wartawan dihina seperti itu. Apalagi yang mengucapkan juga seorang wartawan. Seharusnya saling menghargai, bukan justru merendahkan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap individu memang berhak memiliki pandangan, namun tidak sepatutnya menggeneralisasi atau merendahkan profesi orang lain. Terlebih, menurutnya, profesi wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada publik.

“Silakan kalau merasa punya keilmuan lebih, tapi jangan menjatuhkan orang lain. Ingat, di atas langit masih ada langit. Adab itu lebih tinggi daripada ilmu. Percuma pintar kalau tidak beradab,” lanjutnya.

Pernyataan kontroversial tersebut juga dibenarkan oleh sejumlah kepala desa yang hadir dalam pertemuan itu. Mereka mengaku mendengar langsung ucapan Yudhy yang menyebut wartawan sebagai pengemis.

Berita Lainnya  Satpol PP Banyusari Kembali Intensifkan Patroli Wilayah di Bulan Suci Ramadan, Jaga Kondusivitas dan Ketertiban Masyarakat

Menurut kepala desa menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah memiliki pandangan negatif terhadap wartawan. Bahkan, menurutnya, media merupakan mitra strategis bagi pemerintahan desa dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Kami tidak pernah menganggap wartawan itu pengemis. Justru media adalah mitra kami. Kami juga tidak tahu kenapa Yudhy tiba-tiba mengucapkan hal seperti itu,” ujarnya.

Kejadian ini pun menuai keprihatinan dari berbagai pihak, khususnya kalangan jurnalis di Banyusari dan sekitarnya. Mereka berharap agar kejadian serupa tidak terulang dan meminta adanya klarifikasi serta permintaan maaf dari pihak yang bersangkutan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Yudhy Elwahyu terkait polemik yang terjadi. Namun, kasus ini dipastikan menjadi perhatian serius di kalangan insan pers, mengingat menyangkut kehormatan dan integritas profesi wartawan.

. Red

spot_img

TOP NEWS

spot_img

PEMERINTAHAN

ARTIKEL POPULER