Warga Keluhkan Bau Menyengat TPS, Pengelolaan Sampah di Plered Disorot
PURWAKARTA – Warga mengeluhkan kondisi Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di wilayah RT 18/RW 10, Desa Cibogohilir, Kecamatan Plered yang dinilai tidak terkelola dengan baik hingga menimbulkan bau menyengat dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Salah seorang warga mengungkapkan bahwa aroma tidak sedap dari tumpukan sampah sudah sangat meresahkan.
“Bau sampah sangat mengganggu kenyamanan dan menyengat,” ujarnya.
Awak media Lingkar Karawang yang melakukan verifikasi langsung ke lokasi menemukan bahwa persoalan utama diduga berasal dari keterlambatan pengangkutan sampah menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Akibatnya, sampah menumpuk dan menimbulkan pencemaran udara di sekitar permukiman.
Dalam praktiknya, pengelolaan sampah di lingkungan tersebut sebenarnya telah melibatkan kerja sama antara masyarakat dan aparatur RT. Warga bahkan disebut rutin mengeluarkan iuran untuk jasa penarikan sampah. Namun demikian, sistem pengelolaan dinilai belum berjalan optimal.
Ironisnya, peran RT dalam pengangkutan sampah disebut bukan merupakan tugas utama, namun tetap dijalankan demi menjaga kebersihan lingkungan. Kondisi ini justru menimbulkan pertanyaan terkait koordinasi dan tanggung jawab pihak-pihak terkait.
Sejumlah warga mempertanyakan peran pemerintah desa dalam mengatasi persoalan tersebut. Selain itu, muncul pula sorotan terhadap kurangnya koordinasi dengan dinas lingkungan hidup.
“Kondisi TPS sangat mengkhawatirkan. Hanya dipagari bambu seadanya. Apakah tidak ada anggaran pemerintah untuk penataan yang lebih layak?” ungkap warga lainnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa wilayah RW 09 dan RW 10 disebut belum terdaftar dalam layanan pengangkutan sampah oleh dinas lingkungan hidup, dengan alasan keterbatasan armada.
Padahal, TPS sejatinya merupakan fasilitas sementara sebagai tempat penampungan sampah dari sumber sebelum diangkut ke TPST. Namun jika tidak dikelola dengan baik, keberadaan TPS justru berpotensi menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat sekitar.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah desa maupun instansi terkait agar sistem pengelolaan sampah dapat dibenahi secara menyeluruh demi kenyamanan dan kesehatan lingkungan.
Reporter: Junaedi/Ison






