Selasa, September 8, 2026

Karawang, West Java

spot_imgspot_img

BERITA LAINNYA

spot_img

Related Posts

Ketua PGRI dan Korwildik 6 Kompak Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Cilamaya Wetan

KARAWANG – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi di Aula Gedung PGRI Cilamaya Wetan, Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah unsur pendidikan dan pemerintahan. Hadir dalam kesempatan itu Korwilcambidik/Korwildik 6 H. Mayudin, S.Pd.SD, Ketua PGRI Cilamaya Wetan Agus Setiawan, Camat Cilamaya Wetan H. Nurhasan, S.IP., Ketua Kwarran Cilamaya Wetan Kosasih,S.Pd.Mg. pengawas bina, penilik, para kepala sekolah serta jajaran guru di lingkungan Kecamatan Cilamaya Wetan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini menjadi momentum bagi keluarga besar PGRI Cilamaya Wetan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menjadikan akhlak dan keteladanan Nabi sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana semakin khidmat ketika dilanjutkan dengan pembacaan shalawat Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan penyampaian tausiah atau ceramah Maulid Nabi. Para peserta tampak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian hingga acara ditutup dengan pembacaan doa.

Berita Lainnya  Implementasikan Kurikulum Berbasis Cinta, MTsN 1 Karawang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dalam sambutannya, Ketua PGRI Kecamatan Cilamaya Wetan Agus Setiawan mengajak seluruh anggota PGRI untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan, salah satunya dengan menjaga serta melaksanakan ibadah salat.

“Teruslah salat. Orang yang salat adalah orang yang selalu berdoa,” pesannya.

Menurut Agus, salat tidak hanya menjadi kewajiban umat Islam, tetapi juga menjadi sarana untuk terus mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memohon petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan kehidupan dan tugas sehari-hari. Dalam kesempatan tersebut, Agus juga menyampaikan sejumlah program yang telah dilaksanakan PGRI Cilamaya Wetan selama dirinya menjalankan amanah sebagai ketua. Di antaranya kegiatan menjenguk atau memberikan perhatian kepada anggota PGRI yang sedang sakit, kegiatan dalam rangka memperingati Hari Besar Nasional (PHBN), serta berbagai kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI).

Ia menegaskan, berbagai kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar PGRI Cilamaya Wetan. Organisasi profesi guru, kata dia, tidak hanya menjadi wadah perjuangan dan pengembangan profesionalisme, tetapi juga menjadi tempat untuk mempererat tali silaturahmi dan kepedulian antarsesama anggota.

Sementara itu, Korwildik 6 H. Mayudin, S.Pd.SD., dalam sambutannya menekankan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai seorang guru dan tenaga kependidikan.
Menurut Mayudin, peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum untuk mengimplementasikan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Berita Lainnya  KKGO Jayakerta Gelar Pelatihan Senam KORMI, Ratusan Peserta Bergerak Bersama

“Ini adalah keteladanan Nabi. Karena itu, ketika bekerja sekarang jangan selalu melihat pimpinan, tetapi contoh Rasul. Karena pimpinan ketika baik diikuti, ketika tidak baik jangan diikuti,” ungkapnya.

Mayudin juga menyampaikan tiga hal yang menurutnya menjadi landasan penting bagi seorang guru profesional dalam menjalani kehidupan.
Pertama, hidup dengan ilmu akan menjadi lebih mudah. Menurutnya, ilmu menjadi bekal penting bagi seorang guru dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan dalam menjalankan tugas profesionalnya.
Kedua, hidup dengan seni akan menjadi indah. Ia mengibaratkan berbagai tantangan dalam kehidupan sebagai bagian dari seni dalam menjalani kehidupan. Seorang guru dituntut mampu menghadapi berbagai dinamika dengan bijaksana, kreatif dan penuh kesabaran.

“Kalau hidup dengan ilmu akan mudah, hidup dengan seni akan indah. Dalam hidup banyak tantangan, itu adalah seni hidup,” tuturnya.

Ketiga, hidup dengan agama akan membawa keberkahan dan keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, ia mengingatkan agar nilai-nilai agama senantiasa dipegang teguh dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik.

Berita Lainnya  GOKAR dan SMPN 2 Telukjambe Timur Bangun Sinergi melalui Program Sahabat Pelajar

“Agama harus dipegang teguh dalam kehidupan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh guru dan tenaga kependidikan dapat mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta menerapkannya dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas mendidik generasi bangsa. Menutup sambutannya, Mayudin mengajak seluruh peserta untuk mengikuti tausiah yang disampaikan penceramah dengan baik. Ia berharap materi yang disampaikan dapat menambah wawasan keagamaan sekaligus memperkuat semangat para guru untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi dunia pendidikan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di lingkungan PGRI Cilamaya Wetan tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi antara pengurus PGRI, Korwildik, pengawas, penilik, kepala sekolah dan para guru.

Selain memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkokoh kebersamaan keluarga besar PGRI Cilamaya Wetan sekaligus mendorong para pendidik untuk menjadikan sifat dan akhlak Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam menjalankan tugas mencerdaskan kehidupan bangsa.

. Irwan

spot_img

TOP NEWS

spot_img

PEMERINTAHAN

ARTIKEL POPULER