Bupati Karawang Tegaskan Guru Tak Perlu Takut Ungkap Dugaan Kecurangan Distribusi MBG
KARAWANG — Bupati Karawang H. Aep Saepulloh menegaskan kepada seluruh tenaga pendidik di wilayah Karawang agar tidak ragu dan tidak takut mengungkap dugaan kecurangan dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan tersebut disampaikan pada Kamis, 2 April 2026, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, serta memastikan program strategis tersebut berjalan sesuai aturan dan tepat sasaran.
Menurut Aep Saepulloh, guru memiliki peran yang sangat strategis karena berada langsung di lingkungan sekolah dan bersentuhan dengan pelaksanaan program di lapangan. Dengan posisi tersebut, para pendidik dinilai memiliki kepekaan dan akses informasi yang memadai untuk mengawasi jalannya distribusi MBG. Oleh karena itu, ia mendorong seluruh guru untuk berani melaporkan jika menemukan indikasi penyimpangan, baik dalam kualitas, kuantitas, maupun mekanisme penyaluran.
“Jangan takut untuk mengungkap kebenaran. Jika ada kecurangan dalam distribusi MBG, segera laporkan. Pemerintah daerah akan memberikan perlindungan kepada pelapor,” tegas Aep Saepulloh.
Ia menambahkan bahwa keberanian menyampaikan laporan merupakan bagian dari tanggung jawab moral demi kepentingan peserta didik sebagai penerima manfaat utama program.
Lebih lanjut, Bupati Karawang menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir praktik kecurangan dalam bentuk apa pun. Setiap oknum yang terbukti melakukan pelanggaran, baik dari unsur penyedia, penyalur, maupun pihak terkait lainnya, akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Penindakan tersebut, kata dia, bertujuan memberi efek jera sekaligus menjaga integritas pelaksanaan program pemerintah.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Karawang berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal dan eksternal. Pemerintah daerah juga membuka ruang pengaduan seluas-luasnya bagi masyarakat dan tenaga pendidik untuk menyampaikan laporan atau keluhan terkait pelaksanaan MBG.
Saluran pengaduan ini diharapkan menjadi instrumen efektif dalam mencegah penyimpangan sejak dini.
Aep Saepulloh menekankan bahwa transparansi dan partisipasi publik merupakan kunci keberhasilan program MBG.
Dengan keterlibatan aktif guru dan masyarakat, pemerintah daerah optimistis distribusi MBG dapat berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan gizi dan kesehatan anak-anak kita. Jangan sampai disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan dari para pendidik dan masyarakat luas, Pemkab Karawang berharap program MBG dapat memberikan manfaat maksimal bagi penerima, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
. Red





