KARAWANG – Setelah mendampingi anak kandung (Asria Tri Febriani), dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural Timur Tengah, bernama Eneng Nurhasanah (49), warga Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, membuat pengaduan ke BP3MI (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) Kabupaten Karawang, pada Jumat (30/1/2026), FPMI (Forum Pekerja Migran Indonesia) DPD Kabupaten Karawang, siap memberikan pendampingan kembali Asria Tri Febriani, membuat laporan ke pihak Kepolisian.
Hal itu yang disampaikan oleh Nendi Wirasasmita, selaku ketua FPMI DPD Kabupaten Karawang, kepada awak media.
“Ibu Eneng Nurhasanah, diduga menjadi korban kejahatan TPPO Timur Tengah, yang diproses oleh Ibu Aah, warga Kabupaten Karawang. Kami sudah medampingi anak kandung PMI tersebut membuat pengaduan ke BP3MI Kabupaten Karawang, sebelumnya. Setelah kami melakukan komunikasi dengan pihak BP3MI, langkah selanjutnya yaitu kami akan mendampingi anak kadung Ibu Eneng Nurhasanah, untuk membuat laporan ke pihak Kepolisian,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Dikatakan sosok yang akrab disapa Haji Nendi ini, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan nasib PMI Eneng Nurhasanah, yang saat ini berada di salah satu agensi di negara Libya, Afrika Utara.
“Hingga saat ini, pemroses Ibu Aah, tidak ada upaya untuk bekerja sama dalam memulangkan Ibu Eneng Nurhasanah, ke Indonesia. Oleh karena itu, demi menyelamatkan nasib Ibu Eneng Nurhasanah, kami akan membawa perkara dugaan kejahatan TPPO ini ke pihak Kepolisian dalam waktu dekat ini sesuai komunikasi dengan BP3MI,” katanya.
Dirinya menuturkan, bahwa Ibu Aah, Cs, seharusnya langsung merespon pengaduan tersebut dengan segera memulangkan PMI Eneng Nurhasanah.
“Tapi, kenyataannya hingga saat ini, Ibu Aah, tidak mau berkomunikasi dengan baik terkait pengaduan permasalahan Ibu Eneng Nurhasanah. Oleh karena itu, nantinya melalui Bidang Hukum kami, FPMI DPD Kabupaten Karawang akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum dalam waktu secepatnya,” tuturnya.
Diketahuai, Eneng Nurhasanah, hingga saat ini dikabarkan masih berada di salah satu kantor agensi di Negara Libya, Afrika Utara, dan sebelumnya diduga disiksa oleh oknum pegawai kantor agensi tersebut.
Liputan: Boleng






