Nama Sekolah Dicatut, Kepala SMPN 1 Cilamaya Wetan Karawang Geram Penjualan Kaos Olahraga di Medsos
KARAWANG // LINGKARKARAWANG — Dunia pendidikan di Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang kembali dibuat heboh dengan beredarnya unggahan di media sosial yang menawarkan penjualan kaos olahraga berlabel SMPN 1 Cilamaya Wetan. Dalam unggahan tersebut, akun penjual menyebutkan bahwa bagi “ibu-ibu yang memiliki anak sekolah di SMPN 1 Cilamaya Wetan dan berminat kaos olahraga berbagai ukuran, bisa langsung memesan melalui nomor WhatsApp yang tertera.”
Menanggapi hal itu, Kepala SMPN 1 Cilamaya Wetan Enjang Jubaedi mengaku geram dan kecewa. Saat dikonfirmasi, ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah menjual atau bekerja sama dengan pihak manapun dalam hal pengadaan seragam, termasuk kaos olahraga.
“Saya kaget dan baru tahu ada yang menjual kaos olahraga pakai nama sekolah. Sejak ada larangan dari Gubernur Jawa Barat dan Bupati Karawang, kami tidak pernah menjual seragam sekolah dalam bentuk apa pun. Guru-guru juga sudah saya wanti-wanti agar tidak terlibat,” tegas Enjang, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, kejadian ini jelas merugikan nama baik sekolah, karena bisa menimbulkan kesalahpahaman publik seolah sekolah masih menjual seragam meskipun sudah ada larangan resmi dari pemerintah daerah.
“Itu ada nomor HP-nya, coba hubungi saja. Kalau perlu bawa orangnya ke sini. Saya kecewa, karena ini mencoreng nama sekolah,” ujarnya dengan nada kesal.
Ketika media mencoba menghubungi nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan tersebut, pemilik nomor mengaku sebagai salah satu orang tua siswa SMPN 1 Cilamaya Wetan. Ia membenarkan bahwa kaos olahraga yang dijual memang berlabelkan nama sekolah, namun dijual atas inisiatif pribadi.
“Itu inisiatif saya sendiri, karena banyak orang tua siswa yang butuh kaos olahraga. Tidak ada guru atau pihak sekolah yang menyuruh. Awalnya para orang tua yang meminta, lalu saya buatkan. Sekarang kan sekolah tidak boleh jual seragam, jadi kami hanya membantu sesama orang tua,” jelasnya.
Meski demikian, pihak sekolah berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, apalagi jika mencatut nama lembaga pendidikan. Enjang menegaskan, SMPN 1 Cilamaya Wetan berkomitmen mematuhi aturan pemerintah dan menjaga transparansi dalam setiap kegiatan sekolah. (Red)






