Normalisasi SP Maryamah dan SS Muara Utara Masuki Hari ke-9: Pemerintah Desa Rawagempol Wetan Pacu Pekerjaan Demi Kelancaran Irigasi
KARAWANG // LINGKARKARAWANG – Upaya peningkatan infrastruktur pengairan di wilayah Kecamatan Cilamaya Wetan Kabupaten Karawang terus digencarkan. Memasuki hari ke-9, kegiatan normalisasi Saluran Pembuang (SP) Maryamah dan Saluran Sekunder (SS) Muara Utara di Desa Rawagempol Wetan berjalan intensif di bawah pengawasan langsung Kepala Desa H. Udin Abdulgani. Pekerjaan yang berlangsung sejak awal November ini menjadi satu dari program prioritas desa untuk memastikan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
Normalisasi dilakukan dengan pengerahan alat berat untuk mengeruk sedimentasi, memperlebar aliran, serta membersihkan gulma dan tumpukan lumpur yang selama bertahun-tahun menghambat jalannya air. Kondisi saluran yang dangkal dan tertutup material sebelumnya kerap menimbulkan persoalan, mulai dari irigasi tersendat hingga banjir kecil saat musim penghujan tiba.
Kepala Desa Rawagempol Wetan, H. Udin Abdulgani, menegaskan bahwa percepatan pekerjaan ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi bentuk komitmen desa dalam mendukung keberhasilan musim tanam para petani. Ia menilai bahwa keberhasilan normalisasi akan langsung berdampak pada lancarnya distribusi air, terutama untuk lahan pertanian di wilayah hilir yang selama ini paling terdampak sedimentasi.
“Alhamdulillah sudah masuk hari kesembilan, progresnya sangat baik. Kami ingin memastikan saluran ini benar-benar berfungsi maksimal sebelum curah hujan tinggi datang. Para petani sangat bergantung pada kelancaran irigasi, jadi ini kami prioritaskan,” ujar H. Udin di lokasi kegiatan, Senin 17 Nopember 2025.
Warga desa yang menyaksikan langsung proses normalisasi menyambut baik langkah tersebut. Sejumlah petani mengungkapkan bahwa perbaikan ini sudah lama dinantikan. Dengan normalisasi dua titik saluran besar ini, diharapkan air bisa mengalir merata ke area pesawahan yang selama ini mengalami kekurangan distribusi.
Ketua kelompok tani setempat juga menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah desa, sambil berharap pekerjaan dapat terus dikawal hingga tuntas. Menurutnya, kemajuan yang terlihat selama sembilan hari terakhir menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi persoalan irigasi yang sudah bertahun-tahun menjadi hambatan produksi padi.
Selain perbaikan teknis saluran, pemerintah desa juga mengingatkan warga agar turut menjaga kebersihan irigasi dan tidak membuang sampah ke aliran sungai maupun saluran pembuang. H. Udin menegaskan, keberhasilan normalisasi tidak akan optimal tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat untuk merawat fasilitas bersama tersebut.
Pekerjaan normalisasi SP Maryamah dan SS Muara Utara dijadwalkan berlanjut hingga beberapa hari ke depan, menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan pengerukan. Dengan progres hari ke-9 yang dinilai semakin signifikan, pemerintah desa optimistis saluran dapat kembali berfungsi maksimal sebelum musim tanam berikutnya.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Desa Rawagempol Wetan dalam mendukung peningkatan hasil panen, menjaga ketahanan pangan daerah, dan memperkuat perekonomian masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian. (Irwan)






