Ruang Kelas SMK Nurul Ansor Jayakerta Karawang Ambruk, Sekolah Harap Atensi Pemerintah
KARAWANG – Satu ruang kelas di SMK Nurul Ansor yang beralamat di Jalan Raya Kemiri, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, ambruk pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Ambruknya ruang kelas tersebut diduga kuat akibat kondisi bangunan yang sudah rapuh dan mengalami kebocoran parah, ditambah intensitas hujan tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak sore hingga malam hari.
Kepala SMK Nurul Ansor, Ahmad Sutisna, menjelaskan bahwa ruang kelas yang ambruk berada di lantai dua gedung sekolah dan sudah lama dikosongkan karena dinilai tidak lagi layak digunakan. Selama ini, kegiatan belajar mengajar (KBM) difokuskan di lantai satu demi keselamatan siswa dan guru.
“Sebetulnya kondisi bangunan sekolah kami sudah banyak yang rusak. Bukan hanya satu ruang kelas ini saja, tapi beberapa bagian gedung memang sudah membutuhkan perhatian serius,” ujar Ahmad Sutisna saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, pihak sekolah telah berupaya melakukan penanganan seadanya, namun keterbatasan anggaran membuat perbaikan menyeluruh tidak dapat dilakukan. Pihak sekolah pun berharap adanya bantuan dari pemerintah, baik melalui program revitalisasi maupun bantuan pembangunan lainnya.
“Sejalan dengan instruksi Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, bahwa sekolah tidak boleh ada yang hancur atau ambruk, kami sangat berharap adanya atensi dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi,” tegasnya.
SMK Nurul Ansor saat ini memiliki 151 siswa dan didukung oleh 20 orang guru yang seluruhnya menggantungkan aktivitas pendidikan di sekolah tersebut.
Menurut Ahmad Sutisna, para siswa membutuhkan haknya untuk belajar dengan aman dan nyaman, sementara para guru juga membutuhkan sarana yang layak untuk mengajar.
“Kami benar-benar membutuhkan uluran tangan. Sekolah kami sudah roboh, sementara pendidikan harus tetap berjalan. Untuk sementara, solusi yang bisa kami lakukan hanya membereskan puing-puing bangunan agar tidak membahayakan,” ungkapnya.
Pihak sekolah berharap kejadian ini menjadi perhatian serius berbagai pihak agar proses pendidikan di SMK Nurul Ansor dapat terus berjalan tanpa mengorbankan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Laporan: Boleng






