Kamis, Maret 12, 2026

Karawang, West Java

spot_imgspot_img

BERITA LAINNYA

spot_img

Related Posts

SD Negeri Muara I Cilamaya Wetan Keluhkan MBG: Jatah 3 Hari Dinilai Tak Masuk Akal

SD Negeri Muara I Cilamaya Wetan Keluhkan MBG: Jatah 3 Hari Dinilai Tak Masuk Akal

KARAWANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, keluhan keras datang dari SD Negeri Muara I, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, terkait kualitas dan kuantitas paket MBG yang diterima pada Kamis, 12 Maret 2026.

Paket MBG tersebut dikirim sekaligus untuk jatah tiga hari ke depan, yakni hingga 14 Maret 2026. Namun ironisnya, menu yang diterima para siswa dinilai jauh dari kata layak dan tidak sebanding dengan anggaran yang seharusnya diterima.

Menurut keterangan pihak sekolah, menu MBG yang dibagikan kepada setiap siswa selama tiga hari hanya berisi:

Berita Lainnya  SMAN Cilamaya Karawang Terima Kunjungan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Barat 

2 buah roti
2 buah jeruk
2 kotak susu
1 burger sederhana (roti berisi selada dan timun)

Jika dirupiahkan, total paket tersebut diperkirakan tidak lebih dari Rp15.000.

Padahal, berdasarkan ketentuan program, anggaran MBG ditetapkan sebesar Rp10.000 per hari per siswa. Artinya, untuk jatah tiga hari, seharusnya nilai makanan mencapai Rp30.000.

“Kalau dihitung secara logika dan harga pasar, ini jelas tidak masuk. Selisihnya sangat besar,” tegas Kepala SD Negeri Muara I, Agus Setiawan, S.Pd, saat ditemui awak media disekolah.

Lebih lanjut, Agus Setiawan yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Cilamaya Wetan menyampaikan bahwa pihak sekolah sangat menyayangkan pelaksanaan MBG yang terkesan asal-asalan dan tidak mengindahkan prinsip gizi seimbang bagi peserta didik.

Berita Lainnya  Jaga Ketentraman Ramadhan, Satpol PP Banyusari Gelar Patroli Gabungan Malam Minggu

“Ini bukan sekadar soal kenyang, tapi soal gizi, kesehatan, dan tanggung jawab moral kepada anak-anak. Jangan sampai program yang niat awalnya baik justru mencederai kepercayaan publik,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ia juga mengungkapkan bahwa MBG tersebut dikirim oleh salah satu dapur penyedia. Namun demikian, Agus menegaskan bahwa siapa pun penyedianya, kualitas dan kesesuaian anggaran harus menjadi prioritas utama.

“Kami berharap menu MBG itu disesuaikan dengan jumlah anggaran yang diberikan pemerintah, jangan asal kirim. Anak-anak sekolah dasar membutuhkan asupan bergizi yang benar, bukan sekadar roti dan susu tanpa lauk yang memadai,” tambahnya.

Pihak sekolah berharap keluhan ini menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pemangku kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat. Agus Setiawan menekankan bahwa sekolah tidak menolak program MBG, justru sangat mendukung, asal pelaksanaannya benar, transparan, dan bertanggung jawab.

Berita Lainnya  Siswa MTsN 1 Karawang Antusias Ikuti Gladi TKA dan Survei Lingkungan Belajar

“Semoga ke depan menu MBG semakin membaik, lebih layak, lebih bergizi, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh siswa. Jangan sampai program nasional ini justru menciptakan kekecewaan di lapangan,” pungkasnya.

Keluhan dari SD Negeri Muara I ini menambah daftar panjang kritik terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Publik kini menanti langkah konkret pemerintah dalam melakukan pengawasan ketat dan perbaikan menyeluruh, agar program makan bergizi gratis tidak sekadar menjadi slogan, melainkan benar-benar memberi dampak positif bagi generasi penerus bangsa.

. Red

spot_img

TOP NEWS

spot_img

PEMERINTAHAN

ARTIKEL POPULER