SDN Cilamaya IV Gelar Pembelajaran Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H, Integrasikan Iman dan Kepedulian Lingkungan
KARAWANG // LK — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cilamaya IV, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, menggelar kegiatan Pembelajaran Pesantren Ekologi Ramadan selama bulan suci Ramadhan, terhitung sejak 23 Februari hingga 16 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan Pesantren Ekologi Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang secara resmi dicanangkan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat.
Kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan merupakan program keagamaan khusus di bulan suci Ramadhan yang mengintegrasikan pendidikan spiritual Islam dengan kesadaran menjaga ekosistem dan kelestarian lingkungan.
Berbeda dengan pesantren kilat konvensional yang umumnya berfokus pada penguatan ibadah ritual semata, Pesantren Ekologi menitikberatkan pada pemahaman bahwa menjaga alam adalah bagian dari manifestasi iman dan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Kepala SDN Cilamaya IV, Kosasih, S.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pesantren Ekologi Ramadan di sekolah yang ia pimpin bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman yang holistik kepada peserta didik sejak usia dini.
Menurutnya, ajaran Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT (hablumminallah) dan sesama manusia (hablumminannas), tetapi juga hubungan manusia dengan alam semesta (hablum minal ‘alam).
“Melalui Pesantren Ekologi Ramadan ini, kami ingin menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah. Kebersihan, kepedulian terhadap alam, dan sikap tidak merusak lingkungan merupakan cerminan akhlak mulia seorang muslim,” ujar Kosasih.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti berbagai rangkaian pembelajaran yang terstruktur dan disesuaikan dengan jenjang sekolah dasar.
Materi yang disampaikan meliputi pembiasaan ibadah seperti tadarus Al-Qur’an, doa-doa harian, penguatan akhlak, serta kajian ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits yang berkaitan dengan kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi. Selain itu, siswa juga diajak memahami nilai-nilai ekologis melalui kegiatan praktik sederhana, seperti menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah, memilah sampah, merawat tanaman, serta menghemat penggunaan air dan listrik.
Pendekatan pembelajaran dilakukan secara edukatif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh peserta didik. Guru-guru berperan aktif sebagai pendamping sekaligus teladan dalam penerapan nilai-nilai kepedulian lingkungan. Dengan metode tersebut, diharapkan pesan moral yang disampaikan tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kosasih menambahkan bahwa Pesantren Ekologi Ramadan juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, serta memiliki kesadaran lingkungan sejak dini. Ia menilai, tantangan kerusakan lingkungan yang semakin kompleks menuntut adanya peran dunia pendidikan dalam membangun pola pikir dan perilaku ramah lingkungan.
“Kami berharap melalui program ini, siswa SDN Cilamaya IV tidak hanya menjadi anak-anak yang taat beribadah, tetapi juga memiliki rasa tanggung jawab terhadap alam. Nilai-nilai ini diharapkan terus melekat hingga mereka dewasa nanti,” tambahnya.
Pelaksanaan Pesantren Ekologi Ramadan di SDN Cilamaya IV mendapat respons positif dari para guru dan orang tua siswa. Mereka menilai program ini selaras dengan kebutuhan pendidikan karakter saat ini, khususnya dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang dimulai dari lingkungan terdekat, seperti rumah dan sekolah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini hingga 16 Maret 2026, SDN Cilamaya IV di Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, berkomitmen mendukung penuh kebijakan pendidikan Jawa Barat yang mengedepankan nilai religius, karakter, dan kesadaran ekologis.
Pesantren Ekologi Ramadan diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang beriman, berilmu, dan peduli terhadap kelestarian alam sebagai amanah dari Allah SWT.
Laporan: Irwan





