KARAWANG // LK — Pelayanan Puskesmas Gempol dikeluhkan warga. Seorang warga Desa Mekarasih, Irwan, menyampaikan pengalaman kurang menyenangkan saat hendak berobat bersama cucunya pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 09.45 WIB.
Irwan menuturkan, setelah melakukan pendaftaran, ia menuju ruang pemeriksaan, di dalam ruangan, ia melihat seorang dokter bernama dr. Hilman.
Namun saat disapa, alih-alih membalas dengan sopan, dokter tersebut justru melontarkan kalimat bernada menyindir, “Berobat pengen yang gratis aja, berikan yang terbaik.” Ucapan itu dinilai tidak pantas dan melukai perasaan pasien.
Sikap tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Sebagai aparatur sipil negara yang diberi amanah melayani publik melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, perilaku yang terkesan merendahkan pasien dinilai tidak dapat dibenarkan.
Warga mempertanyakan apakah ucapan itu berkaitan dengan dugaan praktik mandiri berbayar di luar jam puskesmas dirumahnya atau faktor lain.
Apa pun alasannya, pelayanan kesehatan seharusnya menjunjung tinggi etika, empati, dan profesionalisme.

Keluhan tidak berhenti di ruang pemeriksaan. Usai diperiksa perawat, Irwan mengambil obat di bagian apotek. Ironisnya, obat diberikan tanpa kantong plastik sebagaimana lazimnya.
Hal ini menambah daftar kekecewaan warga. Masyarakat mempertanyakan apakah ketiadaan kantong plastik disebabkan tidak adanya anggaran atau lemahnya pengelolaan logistik.
Warga mendesak Dinas Kesehatan Karawang untuk turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) agar persoalan serupa tidak terulang.
“Pelayan publik harus memberikan sikap dan pelayanan yang baik karena digaji dari uang rakyat,” tegas Irwan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Gempol, Ujang Sury, saat dikonfirmasi menyatakan akan menegur dr. Hilman.
“Pelayanan harus baik. Soal kantong plastik, akan kami periksa dulu kemungkinan kehabisan dan belum dibeli lagi. Terima kasih atas informasinya, akan saya tindak lanjuti,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pembenahan sikap layanan dan tata kelola fasilitas kesehatan tingkat pertama agar kepercayaan masyarakat tidak terus terkikis.
. RED






