Wahyu Taqdimullah: Karawang Harus Mandiri dalam Penempatan Pekerja Migran
KARAWANG // LK — PT Jafa Indo Corpora, perusahaan penempatan tenaga kerja asal Subang, menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus sosialisasi bersama para pendamping dan sponsor wilayah Karawang. Acara tersebut berlangsung di Balong Jambe, Rengasdengklok, pada Minggu sore (22/2/2026), dan dihadiri oleh sejumlah tokoh lapangan yang selama ini menjadi ujung tombak penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kegiatan ini menandai babak baru persaingan industri Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Karawang. PT Jafa Indo Corpora memperkenalkan konsep sistem pelayanan mandiri di tingkat cabang, dipadukan dengan skema reward yang kompetitif bagi sponsor dan pendamping wilayah. Langkah tersebut diyakini mampu meningkatkan efektivitas penempatan sekaligus memperkuat kepercayaan calon PMI.
Koordinator Karawang PT Jafa Indo Corpora, Wahyu Taqdimullah, menegaskan bahwa Karawang merupakan salah satu kantong besar PMI yang potensinya belum tergarap maksimal. Ia mencontohkan rekam jejak Subang yang selama ini mampu memberangkatkan rata-rata 100 PMI per bulan.
“Karawang ini kantong PMI. Target minimal kami setelah Lebaran nanti adalah 150 penempatan per bulan. Karena itu, kami mendorong agar Karawang memiliki kantor cabang resmi yang mandiri, sehingga proses administrasi tidak lagi bergantung pada kantor Subang,” ujar Wahyu.
Menurutnya, keberadaan kantor cabang mandiri akan mempercepat alur layanan, meningkatkan akurasi data, serta memberikan rasa aman dan kepastian hukum bagi calon pekerja migran dan keluarganya. Hal ini sekaligus menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Jafa Indo Corpora Subang, Ade Carnita, memaparkan visi perusahaan untuk memangkas birokrasi yang selama ini kerap dikeluhkan oleh calon PMI. Ia menjelaskan bahwa PT Jafa Indo Corpora merupakan bagian dari jaringan besar milik Dodi Suardi, dengan sekitar 40 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Visi kami adalah mendekatkan pelayanan. Mulai dari BLK (Balai Latihan Kerja), uji kompetensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi, pengurusan paspor, hingga keberangkatan, kami upayakan selesai di tingkat cabang. Kami meminimalisir pelimpahan proses ke pusat agar lebih cepat dan efisien,” tegas Ade.
Dalam pemaparannya, manajemen PT Jafa Indo Corpora juga menjelaskan peta jalan penempatan PMI ke berbagai negara tujuan, mulai dari kawasan Asia hingga Eropa. Negara-negara tujuan tersebut antara lain Taiwan, Hong Kong, Jepang, Malaysia, hingga Belanda dan Perancis, dengan sektor formal maupun informal yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional.
Hal krusial yang ditekankan dalam pertemuan ini adalah komitmen transparansi biaya penempatan. Untuk sektor formal dan informal tujuan Malaysia, perusahaan menegaskan tidak ada potongan gaji.
Sementara untuk negara tujuan lainnya, diterapkan skema potongan selama 5–6 bulan sesuai dengan regulasi yang berlaku di masing-masing negara.
Selain itu, PT Jafa Indo Corpora juga menawarkan fleksibilitas pendanaan. Sistem pencairan dana dapat dilakukan setelah calon PMI lulus uji kompetensi, tanpa harus menunggu turunnya kontrak majikan (ID), selama komitmen antara calon pekerja, sponsor, dan perusahaan tetap terjaga.
Pihak manajemen menyadari bahwa “nyawa” perusahaan penempatan tenaga kerja tidak terletak pada kemegahan kantor, melainkan pada integritas petugas lapangan dan sponsor. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, perusahaan meluncurkan program reward langsung berupa sepeda motor, kulkas, hingga TV LED bagi sponsor yang mampu mencapai target kuota tertentu.
Meski demikian, di balik skema insentif tersebut, Wahyu Taqdimullah mengingatkan pentingnya etika komunikasi dan profesionalisme dalam menghadapi dinamika lapangan. Ia mendorong agar setiap persoalan diselesaikan melalui jalur komunikasi internal dan koordinasi yang baik, termasuk dengan media, secara berimbang sebelum menjadi konsumsi publik.
Dengan strategi pelayanan mandiri, transparansi biaya, serta penguatan peran sponsor, PT Jafa Indo Corpora optimistis mampu memperluas kontribusinya dalam penempatan PMI asal Karawang secara legal, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja migran Indonesia dan keluarganya.
Laporan: Irwan






