Selasa, Maret 31, 2026

Karawang, West Java

spot_imgspot_img

BERITA LAINNYA

spot_img

Related Posts

Unsika Karawang Gelar Konfresi Pers , Terkait Pembelian Cabin Kontener Untuk Penambahan Ruang Kelas

KARAWANG – Rektorat Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) menggelar konferensi pers terkait adanya pembelian 40 cabin Kontener untuk ruang kelas yang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat.

Konferensi pers tersebut dihadiri pihak rektorat Uniska yang diwakili oleh Wakil Rektor (Warek) 2 Safuri, Warek 3 Amirudin, Kepala Biro Kurniawan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Indra Budiman dan Kepala Bagian Humas Anna, bertempat di gedung Opon kampus Unsika Karawang, Selasa (17/12/2024)

Kabiro Unsika, Kurniawan menyampaikan, untuk menjadi solusi kekurangan kelas di Unsika, pihaknya membeli sebanyak 40 cabin, 1 cabin dapat digunakan untuk dua kelas, harga 1 cabin nya sebesar Rp. 159 juta, sumber dana untuk pembelian cabin berasal BLU Unsika dengan pagu anggaran Rp. 6,4 Milyar,” ungkapnya.

Berita Lainnya  Di Hari yang Fitri, Media Lingkarkarawang.com Sampaikan Doa dan Harapan untuk Masyarakat

Kurniawan menyampaikan, saat ini mahasiswa aktif Unsika mencapai sekitar 18.000-an sehingga Unsika sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang masih baru (10 tahun menyandang status Negeri) harus terus melakukan penataan baik dari segi infrastuktur maupun fasilitas pendidikan.

Disisi lain, animo masyarakat untuk berkuliah di Unsika cukup besar sehingga sarana dan prasarana tidak memadai untuk menampung proses belajar dan mengajar mahasiswa. Dimana secara ideal Unsika membutuhkan sebanyak 162 kelas,” ujarnya.

Dikatakannya, ruang kelas yang tersedia saat ini hanya 84 ruangan. Total kekurangan sebanyak 66 kelas. Banyaknya kekurangan ruang kelas ini, maka kami sebagai kuasa pengguna anggaran berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut, dengan mencoba membangun kelas menggunakan kontainer atau peti kemas.

Berita Lainnya  Istri Wartawan Tak Sadarkan Diri, RSUD Jatisari Diduga Tolak Pasien: “Belum Masuk IGD Sudah Dibilang Penuh”

“Karena di tahun 2025 mendatang, kita akan membangum ruang kelas bersama sebanyak 40- an ruang kelas. Ya, untuk sementara menggunakan kontainer dulu,” tandasnya lagi,” ucapnya.

Ditempat yang sama, Warek 2 Safuri menambahkan, Unsika sebenarnya telah mempunyai Detail Engineering Design (DED) yang dibuat sebelum covid lalu. DED tersebut pun akhirnya tidak bisa dimanfaatkan karena satuan biaya yang mengalami perubahan.

“Oleh karenanya diputuskanlah membuat kelas kontainer (kabin). Yang berdasarkan kajian proses pengadaannya akan lebih cepat dan mudah,” ujar Safuri.

Berita Lainnya  Kangkangi Inpres, IWOI Karawang Soroti Minimnya Keterlibatan KDKMP dalam Program MBG

“Kelas kabin ini akan nyaman, dimana nanti juga akan kita sediakan beserta fasilitas pendukungnya,” imbuhnya.

Idealnya, Safuri menerangkan, membangun kelas-kelas kabin itu harus dengan landscape -nya . Tetapi Unsika lebih mengutamakan kelas kabin terlebih dahulu.

“Karena nanti kalau landscape-nya dulu akan lebih sulit. Landscape baru direncanakan tahun 2025 sekarang baru pemasangan paving blok agar tidak terlalu becek. Juga dipasang batu-batu kerikil,” imbuhnya ketika ditanya wartawan mengapa kontainer-kontainer itu sudah berdiri tersusun diatas tanah sementara pihak kampus baru melakukan pengerjaan paving block setelahnya. (Red)

spot_img

TOP NEWS

spot_img

PEMERINTAHAN

ARTIKEL POPULER