Ramadhan Penuh Makna, SMAN Cilamaya Karawang Gelar Pesantren Ekologi
KARAWANG // LK — Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Cilamaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 24 Februari 2026, secara resmi menggelar Pembukaan dan Sosialisasi Kegiatan Pesantren Ekologi. Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter peserta didik selama bulan suci Ramadhan dengan mengintegrasikan nilai keagamaan, kepedulian lingkungan, dan penguatan sosial kemasyarakatan.
Pembukaan kegiatan berlangsung khidmat di lingkungan sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Sejak awal, antusiasme peserta didik tampak tinggi, menandakan dukungan penuh terhadap program yang mengusung konsep Pesantren Ekologi di Sekolah, sebuah pendekatan pendidikan yang menyeimbangkan ibadah, pembelajaran, dan aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan.
Rangkaian Kegiatan Pesantren Ekologi
Program Pesantren Ekologi dilaksanakan sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026 dengan sejumlah agenda utama yang terstruktur dan berkesinambungan. Setiap hari, kegiatan diawali dengan membaca ayat suci Al-Qur’an, dimulai dari Surat Al-Fatihah dan dilanjutkan 20 ayat Surat Al-Baqarah. Aktivitas ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan tilawah sekaligus memperkuat spiritualitas siswa di bulan Ramadhan.

Selain itu, proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan dengan penyesuaian suasana Ramadhan agar pembelajaran tetap efektif dan bermakna. Sekolah juga menginisiasi gerakan Sapoe Sarebu (Infaq Ramadhan) sebagai bentuk pendidikan karakter berbasis kepedulian sosial, melatih siswa untuk berbagi dan berempati terhadap sesama.
Aksi Nyata Peduli Lingkungan dan Sosial
Sebagai puncak kepedulian terhadap alam, pada 27 Februari 2026 akan dilaksanakan Aksi Ekologi Menanam Pohon, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing siswa. Kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama yang dimulai dari langkah sederhana.
Tidak hanya itu, sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026, siswa juga melaksanakan Aksi Ekologi Membersihkan Lingkungan, yang dilakukan secara konsisten di sekolah dan di rumah. Program ini diperkuat dengan gerakan Rantang Kanyaah, yakni kegiatan berbagi makanan sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.
Pada 5 Maret 2026, sekolah akan menggelar Kegiatan Wakaf Al-Qur’an yang disalurkan ke masjid-masjid di kampung sekitar. Kegiatan ini diharapkan menjadi ladang amal jariyah sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.
Penguatan Karakter Melalui Buku Ramadhan selama 1–30 Ramadhan, seluruh siswa diwajibkan mengisi Buku Ramadhan yang berisi implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Buku tersebut akan dikumpulkan kepada guru wali kelas setelah seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan selesai, sebagai bentuk evaluasi sekaligus refleksi perkembangan karakter siswa.
Apresiasi dan Harapan Pimpinan Sekolah
Kepala SMAN Cilamaya, H. Asep Suherman, menyampaikan bahwa Pesantren Ekologi merupakan inovasi pendidikan yang tidak hanya menekankan aspek akademik dan religius, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya menjadi pribadi yang taat beribadah, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis dan kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Ustad Firdaus, menambahkan bahwa keterlibatan aktif siswa dalam seluruh rangkaian kegiatan menjadi indikator keberhasilan program.
“Antusiasme siswa sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter yang dikemas dengan kegiatan nyata mampu membentuk kepribadian yang lebih utuh,” tuturnya.
Dengan terselenggaranya Pesantren Ekologi, SMAN Cilamaya berharap dapat melahirkan generasi muda yang religius, peduli lingkungan, berjiwa sosial, serta siap menjadi agen perubahan positif di tengah masyarakat.
Laporan: Irwan






