KARAWANG — Komitmen untuk membawa perubahan nyata terus digaungkan Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Mekarmaya, Kecamatan Cilamaya Wetan, Priatna. Dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekarmaya periode 2026–2034, Priatna secara tegas menjadikan penanganan pengangguran sebagai salah satu pilar utama visi dan arah kepemimpinannya.
Menurut Priatna, persoalan lapangan pekerjaan merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah desa. Karena itu, apabila masyarakat memberikan mandat kepadanya untuk memimpin Desa Mekarmaya, program penciptaan akses dan peluang kerja akan menjadi salah satu fokus utama sejak awal masa jabatan.
Ia bahkan menyiapkan konsep 100 hari kerja pertama dengan menitikberatkan pada upaya membuka akses seluas-luasnya bagi warga terhadap informasi, peluang dan penyerapan tenaga kerja.
“Fokus utama kami pada 100 hari kerja pertama adalah berusaha menyalurkan dan mencarikan peluang lapangan pekerjaan, khususnya bagi warga Desa Mekarmaya. Kita ingin memastikan potensi SDM warga lokal terserap secara maksimal,” tegas Priatna.
Ia menilai, desa memiliki sumber daya manusia yang cukup besar dan beragam. Namun, potensi tersebut perlu dikelola melalui program yang terarah sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi desa. Bagi Priatna, pemerintah desa harus mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan berbagai peluang pekerjaan yang tersedia, baik di lingkungan sekitar desa maupun melalui jejaring dunia usaha. Upaya tersebut, menurutnya, dapat dilakukan dengan membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pelaku usaha, perusahaan, lembaga pelatihan maupun pihak lain yang memiliki peluang penyerapan tenaga kerja.
Targetkan Mekarmaya Lebih Produktif
Program penanganan pengangguran yang ditawarkan Priatna bukan semata-mata bertujuan mengurangi angka warga yang belum bekerja. Lebih jauh, ia ingin membangun ekosistem ekonomi desa yang mampu membuat masyarakat memiliki penghasilan dan kehidupan yang lebih baik. Ia menargetkan adanya perubahan secara bertahap agar Desa Mekarmaya dapat keluar dari persoalan pengangguran dan berkembang menjadi desa yang mandiri, produktif serta memiliki daya saing. Menurutnya, masyarakat yang memiliki pekerjaan dan penghasilan akan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor kehidupan desa. Daya beli masyarakat meningkat, aktivitas ekonomi tumbuh dan roda perekonomian di tingkat bawah pun semakin bergerak.
“Perubahan itu harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat secara fisik, sementara persoalan ekonomi dan pekerjaan masyarakat tidak terselesaikan,” ujarnya.
Karena itu, Priatna ingin menjadikan program pemberdayaan masyarakat dan penyerapan tenaga kerja sebagai bagian penting dari arah pembangunan apabila nantinya dipercaya memimpin Desa Mekarmaya.
Pemuda Harus Jadi Penggerak Perubahan
Selain persoalan pengangguran, Priatna juga memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda. Menurutnya, pemuda merupakan aset penting yang akan menentukan wajah Desa Mekarmaya di masa mendatang.
Ia tidak ingin generasi muda hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan desa. Sebaliknya, kaum muda harus diberikan ruang, kesempatan dan kepercayaan untuk tampil sebagai penggerak berbagai kegiatan produktif.
“Pemuda hari ini bukan cuma jadi penonton di rumahnya sendiri, tapi harus tampil sebagai penggerak utama perubahan. Kita ingin mengubah wajah Desa Mekarmaya menjadi desa yang produktif, di mana generasi mudanya berdaya, memiliki penghasilan, dan ikut menentukan arah masa depan desanya,” pungkas Priatna optimis.
Menurutnya, pemberdayaan pemuda tidak hanya berbicara mengenai kegiatan kepemudaan, tetapi juga harus diarahkan pada peningkatan keterampilan, kewirausahaan, kesempatan kerja dan keterlibatan mereka dalam pembangunan desa.
Dengan demikian, keberadaan pemuda di Desa Mekarmaya diharapkan mampu menjadi kekuatan baru dalam menggerakkan roda ekonomi sekaligus menciptakan berbagai inovasi di tingkat desa.
Membawa Perubahan dari Persoalan Dasar
Dalam kontestasi Pilkades Mekarmaya periode 2026–2034, Priatna menegaskan bahwa dirinya ingin menawarkan gagasan yang berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat.
Menurutnya, perubahan tidak cukup hanya menjadi slogan dalam momentum politik desa. Perubahan harus diterjemahkan ke dalam program yang jelas, terukur dan dapat dirasakan masyarakat.
Program 100 hari kerja yang fokus pada akses pekerjaan menjadi salah satu bentuk komitmen tersebut.
Ia berharap apabila mendapat kepercayaan masyarakat, seluruh elemen desa dapat bersama-sama membangun Mekarmaya dengan mengedepankan semangat gotong royong. Priatna juga meyakini bahwa pemerintah desa tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, pemuda, pelaku usaha dan berbagai pihak lainnya menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan secara maksimal.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun desa. Pemerintah desa harus hadir, masyarakat harus dilibatkan dan pemuda harus diberikan ruang untuk bergerak. Dengan kebersamaan, saya yakin Mekarmaya bisa menjadi desa yang lebih maju dan produktif,” tuturnya.
Dengan mengusung fokus pada penanganan pengangguran, pemberdayaan pemuda dan peningkatan produktivitas masyarakat, Priatna menyatakan siap mengikuti seluruh tahapan Pilkades Mekarmaya dan membawa gagasan perubahan sebagai bagian dari perjuangannya menuju kursi Kepala Desa Mekarmaya periode 2026–2034.
. Irwan





