KARAWANG – Cuaca ekstrem kembali menimbulkan dampak serius di Kabupaten Karawang. Sebuah rumah milik warga Dusun Rawabambu II, RT/RW 009/003, Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya, roboh rata dengan tanah setelah diguyur hujan lebat disertai angin kencang, Kamis, 22 Januari 2026. Peristiwa memilukan tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Rumah milik Acung (65) ambruk seketika lantaran tidak mampu menahan terjangan hujan deras dan hembusan angin kencang yang berlangsung cukup lama. Bangunan yang telah ditempati puluhan tahun itu runtuh tanpa menyisakan bagian yang utuh.
Dalam kondisi syok, Acung hanya bisa terdiam menyaksikan rumahnya hancur. Raut wajahnya menunjukkan keputusasaan, sementara air mata tak terbendung.
“Saya tidak pernah menyangka rumah saya roboh seperti ini. Kepada siapa lagi saya harus mengadu kalau bukan ke pemerintah,” ujar Acung dengan suara bergetar.
Ia berharap adanya perhatian serius dan bantuan nyata dari pemerintah desa hingga Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Bupati Karawang H. Aep Syaepulloh.
Kepala Dusun Rawabambu II, Wakil Carim, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan kondisi rumah korban memang sudah tidak layak huni dan sangat rentan terhadap cuaca ekstrem.
“Rumah warga atas nama Acung roboh akibat hujan deras dan angin kencang. Kondisinya memang sudah membahayakan dan akhirnya ambruk total,” jelasnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan parah. Atap dan dinding rumah runtuh, genteng pecah, serta material kayu berserakan di sekitar lokasi kejadian. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, Acung dan keluarganya terpaksa mengungsi dan hanya mampu menyelamatkan barang-barang seadanya.
Peristiwa ini memicu keprihatinan warga sekitar. Mereka menilai kejadian serupa seharusnya mendapat respons cepat dari pemerintah, mengingat cuaca ekstrem masih kerap terjadi dan mengancam keselamatan warga.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Karawang segera turun tangan memberikan bantuan darurat dan solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi,” tegas Wakil Carim.
Hingga berita ini diturunkan, warga bersama perangkat desa masih menunggu tindak lanjut dari instansi terkait, sementara ancaman cuaca ekstrem di wilayah Karawang masih terus mengintai.
Reporter: Boleng






