Kecamatan Jayakerta Angkat Isu Pencegahan Pernikahan Dini Lewat Lomba Vlog PKK Tingkat Jawa Barat
KARAWANG – Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, turut ambil bagian dalam lomba video vlog PKK tingkat Provinsi Jawa Barat dengan mengangkat tema pencegahan pernikahan dini. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap dampak negatif pernikahan di usia terlalu muda.
Camat Jayakerta, Asep Sudrajat, menjelaskan bahwa setiap kecamatan diminta mengirimkan satu video vlog berdurasi sekitar dua menit untuk mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan oleh TP PKK di tingkat kabupaten hingga provinsi. Video tersebut nantinya akan dinilai berdasarkan kreativitas, pesan edukasi, serta kesesuaian dengan tema yang ditetapkan.
“Setiap kecamatan hanya mengirimkan satu video. Saat ini seluruh peserta masih menunggu hasil seleksi, sehingga belum ada keputusan resmi kecamatan mana yang akan mewakili Kabupaten Karawang di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar Asep, Selasa (12/5/2026).
Dalam proses pembuatan vlog, Kecamatan Jayakerta melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lembaga terkait.
Kolaborasi dilakukan bersama SMK Negeri 1 Jayakerta, Puskesmas Jayakerta, serta sejumlah pelaku usaha lokal. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan pesan yang lebih membumi dan mudah dipahami, terutama oleh kalangan remaja sebagai sasaran utama edukasi.
Asep menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menyajikan konten yang orisinal dan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Ia menolak keras praktik plagiarisme demi mengejar kemenangan semata.
“Kita tidak mau plagiarisme. Kita ingin benar-benar membuat video yang apa adanya, jujur, dan sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.
Pemilihan tema pencegahan pernikahan dini, menurut Asep, didasari oleh masih adanya praktik pernikahan usia muda yang berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial di kemudian hari.
Pasangan yang menikah terlalu dini dinilai belum siap dari berbagai aspek, baik fisik, mental, ekonomi, maupun psikologis.
“Pernikahan dini itu tidak baik karena pasangan belum siap secara jasmani, rohani, fisik, ekonomi, maupun psikologis. Ini yang ingin kita sampaikan melalui video tersebut,” tambahnya.
Lebih jauh, Asep berharap vlog yang dibuat tidak hanya berhenti sebagai materi lomba, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan penyampaian pesan yang kreatif dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, diharapkan kesadaran tentang pentingnya perencanaan masa depan dan kesiapan menikah dapat semakin meningkat, demi terwujudnya generasi muda yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Penulis: Boleng





