UMKM Telukjambe Barat Didorong Naik Kelas Lewat Legalitas, Manajemen dan Digitalisasi
KARAWANG – Pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, didorong untuk terus meningkatkan kapasitas usaha agar mampu naik kelas melalui penguatan legalitas, manajemen, pengelolaan keuangan dan pemanfaatan teknologi digital.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan UMKM yang digelar di UMKM Aneka Kue Bejo, RT 08/RW 04, Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.
Kegiatan tersebut dihadiri Dwi Erlina, Pendamping Mentorship 360 Kecamatan Telukjambe Barat, Syuhada Wisastra, Founder GOKAR, serta tiga admin GOKAR yakni Khairunnisa Sayyida Mu’ti, Olivia Christina Sunjaya dan Inayah Maulida Fauziah.
Turut hadir sejumlah pelaku UMKM Desa Wanasari yang menjalankan berbagai jenis usaha, mulai dari makanan ringan, kue basah hingga warung sembako.
Para pelaku UMKM yang hadir antara lain Bapak Bejo dengan produk Keripik Pisang Asin Bejo, Ibu Tarmini dengan usaha warung sembako, Ibu Eng Marpuah dengan usaha kue basah, Ibu Wariam dengan produk Krupuk Sukun Bendot dan Rengginang Asin Bendot, Ibu Samah dengan produk Rengginang Manis Rasa, Pa Nadin dengan usaha keripik singkong, Elis dengan usaha warung sembako, Teh Lia dengan produk goreng bawang dan mustofa, Yuli dengan produk bolu, Ibu Njun dengan usaha kue basah, serta Mariam Purba dengan usaha warung sembako.
Pendampingan Menjadi Kunci UMKM Naik Kelas
Pendamping Mentorship 360 Kecamatan Telukjambe Barat, Dwi Erlina, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Namun, untuk berkembang, pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi dan penjualan.
Menurutnya, UMKM juga perlu memahami aspek legalitas, manajemen usaha dan pencatatan keuangan agar bisnis dapat dikelola secara lebih profesional.
“UMKM kita sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar. Produk yang dihasilkan juga beragam. Yang perlu diperkuat adalah bagaimana usaha tersebut dikelola dengan lebih tertib, mulai dari legalitas, manajemen sampai pencatatan keuangan,” ujar Dwi.
Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan agar pelaku UMKM dapat memahami persoalan usaha yang selama ini mungkin dianggap sederhana, tetapi memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan bisnis.
“Jangan hanya berpikir bagaimana hari ini bisa berjualan. Kita harus mulai berpikir bagaimana usaha ini bisa bertahan, berkembang dan diwariskan menjadi usaha yang lebih besar,” katanya.
Dwi berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari pendampingan berkelanjutan bagi UMKM di wilayah Telukjambe Barat.
“Harapannya, UMKM yang ada di Desa Wanasari ini bisa naik kelas. Tidak hanya produknya yang bagus, tetapi pengelolaan usahanya juga semakin baik,” ujarnya.
Bahas Legalitas dan Pengelolaan Keuangan
Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya legalitas usaha.
Legalitas dinilai menjadi salah satu dasar penting bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis, memperluas jaringan pemasaran serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Selain legalitas, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen dan pengelolaan keuangan usaha.
Pelaku UMKM didorong untuk mulai memisahkan uang pribadi dengan uang usaha serta melakukan pencatatan transaksi secara rutin.
Dengan pencatatan tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui omzet, pengeluaran, modal hingga keuntungan yang diperoleh secara lebih jelas.
GOKAR Dorong Digitalisasi UMKM Karawang
Founder GOKAR, Syuhada Wisastra, mengatakan perkembangan teknologi harus dapat dirasakan oleh seluruh pelaku UMKM, termasuk usaha yang berada di tingkat desa.
Menurutnya, digitalisasi bukan hanya untuk perusahaan besar. UMKM juga harus mulai memanfaatkan teknologi untuk membuat pengelolaan usaha menjadi lebih mudah dan tertib.
“GOKAR ingin tumbuh bersama UMKM Karawang. Kami ingin teknologi bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil, bukan hanya perusahaan besar,” ujar Syuhada.
Ia menjelaskan, salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui GOKAR UMKM, termasuk penyediaan kasir GOKAR secara gratis bagi pelaku UMKM.
“Kasir ini kami hadirkan agar UMKM mulai terbiasa mencatat transaksi secara digital. Dari pencatatan itu, mereka bisa mengetahui perkembangan usahanya dengan lebih jelas,” katanya.
Menurut Syuhada, sistem tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meninggalkan pola pencatatan yang masih dilakukan secara manual dan tidak teratur.
“Kalau transaksi tercatat dengan baik, pelaku UMKM akan lebih mudah melihat berapa penjualan mereka, berapa pengeluaran dan bagaimana keuntungan usahanya. Ini bagian dari proses UMKM untuk naik kelas,” jelasnya.
Produk UMKM Diantar Driver GOKAR
Syuhada menegaskan, dukungan terhadap UMKM tidak berhenti pada digitalisasi dan penggunaan kasir. GOKAR juga ingin membantu memperkuat sisi distribusi produk UMKM kepada konsumen.
Menurutnya, produk-produk UMKM yang telah masuk dalam ekosistem GOKAR nantinya dapat diantar kepada pelanggan melalui para driver GOKAR.
“Jadi konsepnya bukan hanya UMKM menggunakan aplikasi atau kasir GOKAR. Kami ingin seluruh ekosistemnya bergerak. Ketika ada konsumen membeli produk UMKM, produk tersebut bisa diambil dan diantar oleh driver GOKAR sampai ke pelanggan,” ujar Syuhada.
Ia menilai konsep tersebut dapat memberikan manfaat bagi dua pihak sekaligus. Pelaku UMKM mendapatkan kemudahan menjangkau konsumen, sementara driver GOKAR mendapatkan peluang order dari aktivitas ekonomi UMKM.
“Misalnya ada yang membeli keripik pisang, kue basah, rengginang, goreng bawang atau produk UMKM lainnya, kami ingin produk tersebut bisa diambil dan diantar oleh driver GOKAR. Jadi UMKM mendapatkan pasar, konsumen mendapatkan kemudahan, dan driver juga mendapatkan penghasilan dari layanan pengantaran,” jelasnya.
Syuhada mengatakan pola tersebut menjadi bagian dari upaya GOKAR membangun ekosistem ekonomi lokal yang saling menguntungkan.
“Kami ingin uang berputar di Karawang. UMKM Karawang produknya dari Karawang, konsumennya masyarakat Karawang, kemudian pengantarannya juga dilakukan oleh driver GOKAR. Ini yang kami maksud dengan membangun ekosistem ekonomi lokal,” katanya.
Ia berharap semakin banyak UMKM di Kabupaten Karawang yang bergabung sehingga terbentuk jaringan usaha lokal yang terhubung secara digital.
“Target kami sederhana, bagaimana UMKM bisa naik kelas, driver bisa mendapatkan tambahan order, dan masyarakat semakin mudah membeli produk lokal. Semua saling terhubung dalam semangat GOKAR, Dekat Bersahabat,” pungkasnya.
GOKAR Bangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Kehadiran GOKAR sebagai transportasi online asli Karawang tidak hanya diarahkan pada layanan transportasi, tetapi juga untuk membangun ekosistem ekonomi masyarakat.
Keberadaan UMKM, konsumen dan driver diharapkan dapat saling terhubung melalui pemanfaatan teknologi.
Konsep tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mempertemukan produk lokal dengan konsumen lokal melalui layanan digital dan jaringan driver GOKAR.
Admin GOKAR Berikan Pendampingan Praktis
Dalam kegiatan tersebut, Khairunnisa Sayyida Mu’ti, Olivia Christina Sunjaya dan Inayah Maulida Fauziah selaku admin GOKAR turut memberikan pendampingan kepada para pelaku UMKM.
Pendampingan dilakukan dengan memperkenalkan aplikasi GOKAR UMKM, penggunaan kasir digital serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung kegiatan usaha.
Para pelaku UMKM juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan kendala yang selama ini mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Pendekatan secara langsung tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM lebih mudah memahami penggunaan teknologi dan tidak merasa bahwa digitalisasi merupakan sesuatu yang sulit.
Pelaku UMKM Sambut Positif
Salah satu pelaku UMKM, Bapak Bejo, pemilik usaha Keripik Pisang Asin Bejo, menyambut positif kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut.
Menurutnya, selama ini pelaku UMKM lebih banyak fokus pada produksi dan penjualan sehingga aspek pencatatan dan manajemen usaha terkadang belum menjadi perhatian utama.
“Selama ini kami lebih fokus membuat produk dan menjualnya. Dari kegiatan ini kami mendapatkan pengetahuan bahwa usaha juga harus dikelola dan dicatat dengan baik,” ujar Bejo.
Ia juga mengapresiasi adanya fasilitas kasir digital gratis dari GOKAR yang dinilai dapat membantu pelaku usaha dalam mencatat transaksi.
“Kalau ada kasir digital yang bisa digunakan secara gratis, tentu sangat membantu kami. Kami berharap pendampingan seperti ini terus dilakukan supaya UMKM semakin maju,” katanya.
Dari Desa Wanasari untuk UMKM Karawang Naik Kelas
Kegiatan sosialisasi dan pendampingan tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat pelaku UMKM di tingkat desa.
Beragam produk yang dimiliki masyarakat Desa Wanasari menunjukkan besarnya potensi ekonomi lokal yang dapat terus dikembangkan.
Mulai dari keripik pisang, keripik singkong, rengginang, kerupuk sukun, kue basah, bolu, goreng bawang, mustofa hingga warung sembako, seluruhnya memiliki peluang untuk berkembang apabila dikelola dengan manajemen yang baik dan didukung pemasaran yang semakin luas.
Kolaborasi antara pendamping UMKM, GOKAR dan pelaku usaha lokal diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berlanjut pada pendampingan dan penerapan nyata di lapangan.
Dengan penguatan legalitas, manajemen, keuangan dan digitalisasi, UMKM diharapkan semakin siap menghadapi persaingan sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mewujudkan UMKM Karawang yang mandiri, digital, berdaya saing dan mampu naik kelas.
Dari Karawang, untuk Karawang. UMKM kuat, ekonomi lokal hebat, bersama GOKAR.






