Panggung Ekspresi dan Kemandirian, Teater Sacila SMAN Cilamaya Karawang Gelar Pelantikan Anggota
KARAWANG – Ekstrakurikuler Teater Sacila SMAN 1 Cilamaya Karawang menggelar kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Anggota Baru yang berlangsung khidmat dan penuh makna di halaman sekolah, pada Sabtu malam, 25 April 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kalau Bukan Kita, Lalu Siapa?” sebagai bentuk ajakan kepada generasi muda untuk berani mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan seni teater di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya bertujuan sebagai prosesi pelantikan anggota baru, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa dalam hal kemandirian, kemampuan berorganisasi, serta ruang berekspresi seni. Melalui keikutsertaan dalam ekstrakurikuler teater, siswa diharapkan memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya seni teater sebagai media edukasi, kritik sosial, dan pengembangan kreativitas.

Ketua panitia Firli Azrilia menyampaikan bahwa pelantikan anggota baru Teater Sacila sejatinya direncanakan pada Oktober 2025 lalu. Namun, karena berbagai kendala, kegiatan tersebut baru dapat terlaksana pada April 2026. Meski demikian, seluruh panitia dan anggota bersyukur acara dapat berjalan lancar dan sukses.
“Alhamdulillah, walaupun terlambat sekitar enam bulan dari jadwal awal, pelantikan ini akhirnya bisa terlaksana. Semoga menjadi awal yang baik bagi anggota baru untuk terus berkarya dan berproses di Teater Sacila,” ujar panitia.
Acara pelantikan dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni yang memukau. Pembukaan diawali dengan tari topeng “Kelana” yang dibawakan oleh siswa kelas X, menampilkan kekuatan karakter dan dinamika gerak yang khas. Selanjutnya, penonton diajak menikmati Musikalisasi Puisi, di antaranya puisi “Apakah” karya Abah Sarjang, “Sungapan Cinta” dari naskah Kalangkang karya Nazarudin Azhar, serta “Aji Diri” ciptaan Hendrik Agustian.

Pentas berlanjut dengan drama berjudul “Lapar”, karya Hendrik Agustian, yang diperankan oleh siswa kelas X dengan penghayatan yang kuat. Sementara itu, siswa kelas XII menampilkan pentas teater “Tungtungna Tunggara”, naskah karya Ayi G. Sasmita, yang menjadi salah satu sajian utama malam tersebut.
Sebagai penutup, Teater Sacila menayangkan screening film “LUKA”, karya internal anggota teater, yang mendapat apresiasi dari penonton.
Kegiatan ini didukung penuh oleh pihak sekolah dengan susunan kepanitiaan sebagai berikut:

Penanggung Jawab dan Pembina:
Kepala SMAN 1 Cilamaya: H. Asep Suherman, S.Pd
Pembina: Nenden Nurpuji Hasanah, S.Pd
Pelatih: Hendrik Agustian
Panitia Inti:
Ketua Umum: Firly Azrilia
Pimpinan Produksi: Hengki Irwansyah Aprilian
Wakil Pimpinan Produksi: Nursyifa Aqillah Ramadhania Rachmanto
Sekretaris I: Alena Febriyani
Sekretaris II: Tiara Ramadhani
Bendahara I: Ayu Suliha
Bendahara II: Anastasya Laila Maharani
Humas I: Dinda Mustika
Humas II: Diana Putri
Divisi:
Acara: Siti Zahra Amelia, Febby Saputri
Konsumsi: Widia, Amelia Liontina
Peralatan & Keamanan: Reza Madani, Muhammad Adzikri Sya’bani Rahman
Multimedia: Sumekar Eka Kirana, Jumaroh
Tiket: Wiwi Sari Widianingsih, Anzela Furgan

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Teater Sacila SMAN 1 Cilamaya diharapkan semakin solid, produktif, dan mampu melahirkan karya-karya seni yang inspiratif. Tema “Kalau Bukan Kita, Lalu Siapa?” menjadi pengingat bahwa estafet pelestarian seni harus terus dilanjutkan oleh generasi muda, dimulai dari lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 1 Cilamaya, H. Asep Suherman, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap terselenggaranya kegiatan pelantikan dan pementasan Teater Sacila tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dalam membentuk karakter siswa, khususnya dalam hal keberanian berekspresi, kerja sama, serta tanggung jawab berorganisasi.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Teater Sacila ini. Teater bukan hanya tentang seni peran, tetapi juga media pembelajaran karakter, kedisiplinan, dan kepekaan sosial siswa. Tema ‘Kalau Bukan Kita, Lalu Siapa?’ sangat relevan untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan tanggung jawab generasi muda terhadap seni dan budaya,” ujar H. Asep Suherman.
Ia juga berharap ke depan Teater Sacila dapat terus berkembang dan menjadi wadah positif bagi siswa untuk menyalurkan bakat serta kreativitasnya.
“Sekolah akan terus mendukung kegiatan ekstrakurikuler yang bersifat edukatif dan kreatif seperti ini. Semoga Teater Sacila mampu melahirkan karya-karya yang membanggakan, tidak hanya di tingkat sekolah, tetapi juga di lingkungan masyarakat yang lebih luas,” tambahnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Cilamaya, Ustad Firdaus, turut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan pelantikan dan pementasan Teater Sacila tersebut.
“Kegiatan ini sangat baik sebagai sarana komunikasi, ekspresi, dan pembentukan kepercayaan diri siswa. Melalui teater, siswa belajar menyampaikan pesan moral dan sosial dengan cara yang kreatif dan edukatif,” ujarnya singkat.
Ia berharap kegiatan seni seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan mampu menjadi citra positif sekolah di mata masyarakat.
“Teater Sacila kami harapkan bisa menjadi duta seni sekolah dan terus mengharumkan nama SMAN 1 Cilamaya melalui karya-karya yang inspiratif,” pungkasnya.
Reporter: Irwan






