MTsN 1 Karawang Dukung Penuh Program 10 Budaya Malu ASN dan 5 Nilai Budaya Kerja Kemenag
KARAWANG — MTsN 1 Karawang menegaskan komitmennya dalam mendukung dan mengimplementasikan Program 10 Budaya Malu Aparatur Sipil Negara (ASN) serta 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama di lingkungan madrasah. Program tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk memperkuat kedisiplinan, etos kerja, dan integritas seluruh tenaga pendidik maupun kependidikan.
Kepala MTsN 1 Karawang, H. Suparwoto, M.Pd, menyampaikan bahwa budaya malu harus menjadi kontrol moral bagi setiap ASN agar mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan profesional. Menurutnya, budaya kerja yang baik tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
“Budaya malu ini menjadi pengingat bagi kita semua agar tidak melakukan pelanggaran disiplin. ASN harus merasa malu jika datang terlambat, tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas, atau pulang sebelum waktunya,” tegas Suparwoto.
Adapun 10 Budaya Malu ASN yang ditekankan untuk diamalkan di lingkungan MTsN 1 Karawang antara lain:
1. Malu terlambat masuk kerja
2. Malu tidak masuk kerja tanpa alasan
3. Malu sering meminta izin tidak masuk kerja
4. Malu pulang sebelum waktunya
5. Malu sering meninggalkan kantor tanpa alasan
6. Malu bekerja tanpa program kerja
7. Malu bekerja tanpa pertanggungjawaban
8. Malu jika pekerjaan terbengkalai
9. Malu berpakaian tidak rapi
10. Malu tidak amanah
Selain itu, MTsN 1 Karawang juga secara konsisten menanamkan 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama kepada seluruh warga madrasah, yang meliputi integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan. Kelima nilai tersebut ditekankan bukan sekadar slogan, melainkan prinsip yang wajib diamalkan dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Integritas adalah pondasi utama ASN. Profesionalitas dan inovasi harus berjalan seiring, disertai tanggung jawab serta keteladanan. Jika pimpinan memberi contoh yang baik, maka budaya kerja positif akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suparwoto menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama dalam meraih keberhasilan, baik secara individu maupun kelembagaan. Ia mengutip sebuah prinsip yang menjadi pegangan bersama di MTsN 1 Karawang, ‘Disiplin tidak menjamin keberhasilan, tetapi tidak ada keberhasilan tanpa disiplin.’
Dengan penerapan program ini, MTsN 1 Karawang berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan pendidikan yang berkualitas. Langkah ini juga sejalan dengan upaya Kementerian Agama Kabupaten Karawang dalam membangun ASN yang berakhlak, berintegritas, dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Reporter: Irwan






