KARAWANG — Kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Mekarasih, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, mulai memasuki tahapan penting. Hj. Retno Sukmawati, salah satu calon kepala desa yang akan mengikuti pesta demokrasi tingkat desa tersebut, resmi memperoleh nomor urut 2 setelah mengikuti pengundian nomor urut yang diselenggarakan panitia Pilkades Mekarasih pada Kamis, 15 Oktober 2026. Penetapan nomor urut tersebut menjadi bagian dari perjalanan Hj. Retno Sukmawati, yang sebelumnya berstatus bakal calon dan kini resmi menjadi calon kepala desa. Dengan nomor urut 2, ia mengusung semangat perjuangan bertajuk “Mekarasih Lebih Sejahtera” sebagai identitas yang dibawa dalam kontestasi Pilkades Mekarasih.
Suasana semakin meriah ketika Hj. Retno Sukmawati kembali ke tengah-tengah para pendukungnya seusai mengikuti pengundian nomor urut. Sejumlah pendukung, baik kalangan ibu-ibu maupun bapak-bapak, tampak antusias menyambut kedatangannya. Mereka kompak mengenakan pakaian bernuansa merah dan kerudung merah sebagai bentuk dukungan terhadap calon yang mereka usung. Penyambutan tersebut berlangsung dengan penuh semangat, sekaligus memperlihatkan antusiasme para pendukung dalam mengawal langkah Hj. Retno Sukmawati menghadapi tahapan Pilkades berikutnya. Bagi para pendukungnya, diperolehnya nomor urut 2 menjadi momentum untuk semakin memperkuat kebersamaan dan menyatukan langkah dalam menghadapi pemungutan suara yang dijadwalkan pada 22 November 2026 mendatang.
Nomor Urut 2 Jadi Identitas Perjuangan
Setelah resmi ditetapkan sebagai calon kepala desa, Hj. Retno Sukmawati kini bersiap mengikuti rangkaian tahapan Pilkades Mekarasih bersama calon lainnya. Nomor urut 2 yang diperolehnya akan menjadi identitas dalam menyosialisasikan pencalonannya kepada masyarakat. Sementara itu, semangat “Mekarasih Lebih Sejahtera” menjadi slogan yang diusung untuk mengajak masyarakat menatap masa depan desa dengan penuh harapan. Dukungan yang terlihat saat penyambutan seusai pengundian nomor urut menjadi salah satu gambaran antusiasme kelompok pendukung Hj. Retno Sukmawati. Meski demikian, hasil akhir Pilkades tetap akan ditentukan melalui proses pemungutan suara yang berlangsung sesuai ketentuan.
Dalam kontestasi demokrasi desa, setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk memperkenalkan diri, menyampaikan gagasan, serta meyakinkan masyarakat melalui program dan visi pembangunan yang ditawarkan. Karena itu, tahapan menjelang hari pemungutan suara menjadi kesempatan bagi para calon untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus menjaga suasana tetap aman, tertib, dan kondusif.
Menuju Hari Pemungutan Suara
Pilkades Mekarasih yang dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 mendatang menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin desa sesuai pilihan masing-masing. Di tengah meningkatnya aktivitas para pendukung, seluruh pihak diharapkan tetap menjaga persaudaraan dan tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai alasan untuk menimbulkan perselisihan. Semangat kebersamaan perlu terus dikedepankan agar proses demokrasi di Desa Mekarasih dapat berlangsung dengan aman, damai, dan bermartabat.
Bagi Hj. Retno Sukmawati dan para pendukungnya, nomor urut 2 kini menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju hari pemungutan suara. Konsolidasi, komunikasi dengan masyarakat, serta penyampaian gagasan pembangunan menjadi bagian dari dinamika yang akan mewarnai tahapan Pilkades selanjutnya.
Dengan mengusung slogan “Mekarasih Lebih Sejahtera”, Hj. Retno Sukmawati memasuki tahapan kampanye dengan dukungan dari para simpatisannya.
Sementara itu, masyarakat Desa Mekarasih memiliki hak untuk menilai setiap calon berdasarkan visi, program, rekam jejak, dan komitmen yang disampaikan. Pada akhirnya, Pilkades bukan sekadar persaingan memperoleh suara, melainkan juga kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi menentukan arah pembangunan desa ke depan.
22 November 2026 akan menjadi momentum bagi masyarakat Desa Mekarasih untuk menggunakan hak pilihnya dan menentukan pilihan secara langsung sesuai hati nurani.
. Irwan





