Perpisahan Lesehan di Lapangan Sekolah, Komitmen SMPN Cilamaya Wetan 2 Dukung Kebijakan Dinas Pendidikan Tanpa Bebani Orang Tua Siswa
KARAWANG — Menindaklanjuti imbauan dan larangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan dan kenaikan kelas siswa yang tidak boleh dilakukan secara berlebihan serta berpotensi menimbulkan pungutan yang memberatkan orang tua siswa, SMPN Cilamaya Wetan 2 menunjukkan komitmennya dengan menyelenggarakan kegiatan perpisahan kelas IX secara sangat sederhana namun tetap sarat makna.
Kegiatan perpisahan siswa kelas IX tersebut dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2026, bertempat di lapangan sekolah. Berbeda dari kebiasaan yang sering diwarnai dengan kemewahan, dekorasi berlebih, serta biaya besar, acara perpisahan di SMPN Cilamaya Wetan 2 digelar tanpa tenda, tanpa panggung, dan tanpa atribut mewah lainnya.
Seluruh siswa mengikuti acara dengan konsep lesehan di lapangan sekolah, menciptakan suasana yang sederhana, akrab, dan penuh kekeluargaan.
Kepala SMPN Cilamaya Wetan 2, H. Cayo, memimpin langsung jalannya prosesi perpisahan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kesederhanaan acara ini merupakan bentuk kepatuhan sekolah terhadap kebijakan pemerintah daerah sekaligus wujud empati terhadap kondisi ekonomi orang tua siswa.
“Perpisahan bukan soal kemewahan, tetapi bagaimana kita memaknai kebersamaan, perjuangan, dan proses pendidikan yang telah dilalui siswa selama tiga tahun. Kami ingin kegiatan ini tidak menjadi beban bagi siapa pun,” ujar H. Cayo di hadapan para siswa dan dewan guru.
Puncak acara ditandai dengan prosesi simbolis pencopotan topi siswa sebagai almamater sekolah oleh kepala sekolah, disaksikan langsung oleh dewan guru kemudian diikuti oleh seluruh siswa.
Prosesi tersebut menjadi momen yang sarat haru, melambangkan berakhirnya masa pendidikan di tingkat SMP sekaligus awal langkah baru bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Meski dilaksanakan secara sederhana, kekhidmatan dan nilai pendidikan dalam acara tetap terasa kuat. Suasana penuh kehangatan terlihat dari raut wajah para siswa yang larut dalam momen perpisahan, saling berbagi cerita, serta menyampaikan ungkapan terima kasih kepada para guru yang telah mendampingi mereka selama ini.
Di akhir kegiatan, acara ditutup dengan dongeng inspiratif yang dibawakan oleh Kang Didin, seorang pendekar dongeng yang dikenal dengan gaya penyampaian motivatif.
Dalam dongengnya, Kang Didin mengajak para siswa untuk berani merancang impian, memiliki tekad yang kuat, serta siap menghadapi masa depan dengan sikap optimis dan percaya diri demi meraih kesuksesan.
Melalui kegiatan perpisahan yang sederhana namun bermakna ini, SMPN Cilamaya Wetan 2 berharap dapat menjadi contoh bahwa kegiatan sekolah dapat tetap berjalan dengan khidmat tanpa harus melanggar aturan atau membebani orang tua siswa.
Sekolah juga menegaskan komitmennya untuk selalu mengedepankan nilai-nilai pendidikan, kebersamaan, dan kepedulian sosial dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Reporter: Irwan





