Kamis, September 17, 2026

Karawang, West Java

spot_imgspot_img

BERITA LAINNYA

spot_img

Related Posts

Proyek Turap Sukamulya Cilamaya Kulon Terhenti, Nama Enda Disebut-sebut sebagai Pemborong

KARAWANG — Ada apa dengan proyek pembangunan turap di Desa Sukamulya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang? Baru sempat dikerjakan, proyek yang berada sekitar 100 meter di depan Kantor Desa Sukamulya itu kini terlihat terhenti. Pantauan di lokasi pada Rabu (16/9/2026), tidak terlihat adanya aktivitas pekerjaan maupun pekerja yang melakukan pembangunan. Di sekitar lokasi hanya tampak sejumlah material berupa pasir dan batu yang masih menumpuk.

Selain itu, papan informasi proyek juga tidak terlihat terpasang di lokasi. Padahal, keberadaan papan informasi menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat untuk mengetahui informasi dasar mengenai kegiatan pembangunan, seperti nama pekerjaan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana kegiatan, serta waktu pelaksanaan.

Berita Lainnya  Tanpa Papan Informasi, Proyek MCK SDN Jayamukti 1 Banyusari Mendadak Terhenti

Dari kondisi di lapangan, terlihat adanya bekas pekerjaan berupa galian yang diduga merupakan bagian dari persiapan pondasi pembangunan turap.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, pekerjaan diketahui baru dimulai beberapa hari sebelumnya, namun saat dilakukan pemantauan sudah tidak terlihat adanya aktivitas lanjutan.

Seorang warga Cilamaya Kulon yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan dan disebut dengan inisial “S”, mengatakan bahwa dirinya melihat pekerjaan tersebut mulai dilakukan pada Minggu (13/9/2026).

“Setahu saya mulai dikerjakan hari Minggu, waktu itu terlihat ada penggalian untuk pondasi turap. Setelah itu entah kenapa sekarang berhenti,” ujar S.

Menurutnya, sejak pekerjaan tersebut mulai terlihat, papan informasi proyek juga belum tampak terpasang di lokasi.

Berita Lainnya  GOKAR Peduli Sekolah Sambangi SMPN 1 Karawang Timur, Edukasi Transportasi Digital dan Keselamatan Pelajar

“Kalau papan proyek memang belum terlihat dipasang. Untuk pemborongnya, informasi yang saya dengar bos Enda, orang Jarong,” katanya.

Namun demikian, informasi mengenai pihak pelaksana proyek tersebut masih sebatas keterangan dari sumber warga dan belum mendapatkan konfirmasi resmi dari instansi terkait maupun pihak pelaksana. Terhentinya pekerjaan yang baru dimulai tersebut pun menjadi sorotan, terlebih lokasi proyek berada tidak jauh dari Kantor Desa Sukamulya.

Masyarakat tentu berhak mengetahui secara transparan proyek apa yang sedang dibangun, siapa pelaksananya, berapa nilai anggarannya, dari mana sumber dananya, serta kapan pekerjaan tersebut ditargetkan selesai. Tidak adanya papan informasi proyek di lokasi juga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan informasi resmi mengenai kegiatan tersebut.

Berita Lainnya  Pangkalan SDN Pamekaran 2 Ambil Bagian di Jambore Ranting Banyusari, Siswa Antusias Ikuti Karnaval

Redaksi telah berupaya meminta keterangan kepada Enda melalui handphoen nya, yang disebut-sebut sebagai pemborong proyek tersebut, untuk mendapatkan penjelasan mengenai status pekerjaan, alasan pekerjaan terhenti, serta informasi terkait pelaksanaan proyek.

Namun, hingga berita ini diterbitkan, Enda belum memberikan keterangan yang jelas mengenai keberadaan dan status proyek pembangunan turap tersebut. Redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Enda maupun pihak-pihak terkait untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik.

Masyarakat berharap setiap pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah dilaksanakan secara transparan, sesuai ketentuan, serta memberikan manfaat bagi kepentingan umum.

. Red

spot_img

TOP NEWS

spot_img

PEMERINTAHAN

ARTIKEL POPULER