KARAWANG — Proyek pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di lingkungan SDN Jayamukti 1, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang disebut baru dimulai beberapa hari lalu tersebut kini terhenti, sementara di lokasi tidak terlihat papan informasi proyek yang seharusnya menjadi salah satu bentuk keterbukaan kepada publik.
Pantauan di lokasi pada Rabu (2/9/2026), tidak ditemukan papan informasi yang menerangkan identitas proyek, seperti nama perusahaan atau CV pelaksana, sumber anggaran, nilai kontrak, nomor SPK, volume pekerjaan maupun jangka waktu pelaksanaan.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar. Terlebih, proyek pembangunan fasilitas sekolah yang menggunakan anggaran pemerintah semestinya dapat diketahui secara jelas oleh masyarakat, termasuk siapa pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.
Bukan hanya persoalan transparansi, aktivitas pembangunan MCK tersebut juga terlihat berhenti. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pekerjaan mulai dilakukan pada Jumat sebelumnya. Namun, hingga Rabu (2/9/2026), aktivitas pembangunan disebut telah terhenti selama kurang lebih dua hari.
Terhentinya pekerjaan tersebut diduga berkaitan dengan belum tersedianya material bangunan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti alasan penghentian pekerjaan karena pihak pelaksana belum berhasil dikonfirmasi.
Yang lebih menjadi sorotan, pihak sekolah sendiri mengaku belum mengetahui secara jelas siapa pemilik atau pelaksana proyek tersebut.
Menurut keterangan pihak sekolah pada Rabu (2/9/2026), mereka belum mengetahui nama pihak yang mengerjakan proyek, termasuk nama CV atau perusahaan pelaksana.
“Pihak sekolah belum mengetahui siapa pemilik proyek ini, termasuk nama orang maupun CV pelaksananya,” demikian keterangan yang diperoleh dari pihak sekolah.
Situasi tersebut tentu menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pelaksanaan proyek pembangunan MCK di lingkungan sekolah tersebut. Apalagi, keberadaan papan informasi proyek bukan sekadar formalitas, melainkan sarana bagi masyarakat untuk mengetahui identitas pekerjaan dan pihak yang bertanggung jawab.
Tanpa adanya informasi tersebut, masyarakat menjadi kesulitan untuk mengetahui apakah pekerjaan tersebut merupakan proyek pemerintah, dari sumber anggaran apa, berapa nilai anggarannya, siapa kontraktornya, hingga berapa volume pekerjaan yang seharusnya dibangun.
Proyek Pemerintah Jangan Seperti Proyek Siluman
Ketiadaan papan informasi ditambah tidak jelasnya identitas pelaksana membuat proyek tersebut terkesan seperti pekerjaan tanpa identitas. Kondisi ini berpotensi memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat karena prinsip transparansi dalam pekerjaan yang bersumber dari anggaran negara maupun daerah seharusnya menjadi perhatian utama.
Terlebih, proyek berada di lingkungan satuan pendidikan yang semestinya mendapatkan perhatian lebih dalam hal kualitas, keamanan, dan keterbukaan pelaksanaan pembangunan.
Redaksi juga berupaya meminta penjelasan dari pihak pelaksana, mandor maupun pengawas proyek. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum dapat dilakukan wawancara karena tidak ditemukan identitas maupun keberadaan pihak pemborong di lokasi.
Dengan kondisi tersebut, sejumlah pertanyaan publik masih belum terjawab: siapa pelaksana proyek, dari mana sumber anggarannya, berapa nilai kontraknya, berapa volume pekerjaannya, siapa pengawasnya, serta mengapa pekerjaan baru berjalan beberapa hari tetapi sudah terhenti.
Sorotan ini bukan bermaksud menghakimi pihak tertentu, melainkan mendorong adanya keterbukaan informasi dan pertanggungjawaban atas setiap pekerjaan pembangunan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Publik berhak mengetahui informasi dasar sebuah proyek, terlebih apabila pembangunan tersebut menggunakan anggaran pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana, mandor maupun pengawas proyek belum memberikan keterangan terkait persoalan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak pelaksana maupun instansi terkait untuk menjelaskan secara terbuka identitas proyek, sumber anggaran, nilai pekerjaan, serta alasan terhentinya pembangunan MCK di SDN Jayamukti 1.
. Irwan





