KARAWANG – Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah milik Warsan (46), warga Dusun Karajan RT 004/002, Desa Kertajaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kebakaran tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Api diketahui muncul dari dalam rumah dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan bangunan tempat tinggal milik Warsan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik saat pemilik rumah melakukan pengisian daya baterai telepon seluler (HP) yang diletakkan di atas kulkas.
Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan oleh pihak berwenang. Dugaan korsleting listrik menjadi informasi awal terkait sumber munculnya api. Rumah tersebut dihuni Warsan bersama ketiga anaknya, yakni Mukti Labib (17), Zaki Mubarok (13), dan Mayda Nursifa (9). Musibah tersebut membuat keluarga harus kehilangan tempat tinggal serta sejumlah barang kebutuhan rumah tangga.
Peristiwa kebakaran ini juga mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Kertajaya. Sekretaris Desa Kertajaya, Ali Idrus, menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa salah satu warganya.
“Atas nama Pemerintah Desa Kertajaya, kami ikut prihatin atas kejadian yang menimpa warga kami. Kami dari pemerintahan desa terus membantu dengan berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait untuk mendapatkan bantuan bagi korban,” ujar Ali Idrus.
Menurutnya, langkah awal yang telah dilakukan Pemerintah Desa Kertajaya adalah memberikan bantuan berupa pakaian untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban pascakebakaran. Meski demikian, kebutuhan keluarga Warsan masih cukup besar. Selain kebutuhan logistik untuk kehidupan sehari-hari, ketiga anak korban juga membutuhkan perlengkapan sekolah, terutama pakaian atau seragam sekolah yang ikut terdampak akibat musibah tersebut.
“Langkah awal dari Pemdes telah memberikan pakaian untuk salinan. Sementara korban sangat membutuhkan logistik dan pakaian seragam untuk anak-anaknya yang sedang sekolah,” katanya.
Pemerintah desa berharap bantuan dari berbagai pihak dapat segera diberikan sehingga kebutuhan mendesak keluarga korban bisa terpenuhi. Pemdes juga berharap pembangunan kembali rumah korban dapat segera direalisasikan melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Semoga pembangunan rumahnya segera dilaksanakan oleh pihak terkait,” harap Ali.
Sementara itu, Kasi Kesos Kecamatan Jayakerta, Endang Sugiarto, SE., MIP., turut menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terdampak dan berharap korban mendapatkan perhatian serta bantuan yang diperlukan.
“Kami prihatin atas musibah kebakaran yang terjadi dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terdampak,” ujar Endang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar dan seluruh pihak yang telah bergerak membantu dalam penanganan kebakaran.
“Terima kasih kepada warga sekitar serta semua pihak yang menolong dan membantu mengatasi kebakaran ini, terutama Tim Damkar dan Satgas BPBD,” katanya.
Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap penggunaan perangkat listrik di dalam rumah. Pengisian daya telepon seluler maupun perangkat elektronik lainnya sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan keamanan instalasi listrik dan tidak meletakkan perangkat maupun charger di tempat yang berpotensi menimbulkan panas berlebih.
Bagi keluarga Warsan, musibah tersebut bukan hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga menghadirkan persoalan baru karena harus memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memastikan pendidikan ketiga anaknya tetap berjalan. Karena itu, perhatian dan kepedulian dari pemerintah, masyarakat, maupun pihak-pihak terkait sangat dibutuhkan untuk membantu keluarga korban melewati masa sulit setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
. Boleng





