Kamis, Juni 25, 2026

Karawang, West Java

spot_imgspot_img

BERITA LAINNYA

spot_img

Related Posts

Sederhana di Bawah Langit, Penuh Makna: SDN Cilamaya 1 Cilamaya Wetan Gelar Syukuran Kenaikan Kelas dan Karya Kokurikuler

Sederhana di Bawah Langit, Penuh Makna: SDN Cilamaya 1 Cilamaya Wetan Gelar Syukuran Kenaikan Kelas dan Karya Kokurikuler

KARAWANG – Dengan beralaskan lantai dan beratapkan langit, penuh kesederhanaan namun sarat makna, SDN Cilamaya 1 Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, menggelar acara Syukuran Kenaikan Kelas dan Perpisahan Siswa Kelas VI pada Kamis, 25 Juni 2026, di halaman sekolah.

Berbeda dari pelaksanaan acara perpisahan pada umumnya yang kerap identik dengan kemewahan, kegiatan di SDN Cilamaya 1 justru menampilkan esensi pendidikan yang sesungguhnya.

Acara dikemas dalam Gelaran Karya Kokurikuler yang terintegrasi dengan penguatan 7KAIH (Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) sebagai bentuk pembelajaran kolaboratif di luar kelas yang menitikberatkan pada pembentukan karakter siswa.

Gelar Karya Kokurikuler merupakan puncak dari rangkaian kegiatan pembelajaran di luar jam pelajaran inti (intrakurikuler) yang dirancang untuk memperkuat, memperdalam, serta memperkaya materi yang telah dipelajari di kelas.

Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan ruang untuk menampilkan dan mempresentasikan hasil karya, proyek pembelajaran, serta unjuk kebolehan mereka di hadapan warga sekolah dan para orang tua.

Berita Lainnya  GOKAR Ambil Bagian dalam Bakti Kesehatan dan Sosial Hari Bhayangkara ke-80, Wujud Komitmen Melayani dan Peduli Masyarakat Karawang

Sementara itu, penerapan 7KAIH menjadi panduan nilai-nilai pembiasaan positif yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Kebiasaan tersebut meliputi disiplin beribadah, bangun pagi, berolahraga, gemar membaca, membantu orang tua, menjaga kebersihan, serta melakukan berbagai aktivitas positif lainnya yang membentuk pribadi unggul sejak usia dini.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa dengan memberikan wadah aktualisasi potensi, baik dalam bentuk karya seni, keterampilan, maupun sikap sosial. Selain itu, integrasi nilai-nilai 7KAIH diharapkan mampu memperkuat karakter siswa agar tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki mental, spiritual, serta etos kerja yang kuat.

Melalui proses pameran dan presentasi karya, siswa juga dilatih untuk mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, dan berani tampil di hadapan publik.

Acara semakin semarak dengan penampilan kreasi seni dari siswa kelas I hingga kelas VI. Beragam penampilan seperti tari tradisional, nyanyian, pembacaan puisi, hingga pertunjukan kolaboratif ditampilkan dengan penuh semangat dan keceriaan.

Antusiasme para orang tua tampak jelas, mereka hadir memenuhi halaman sekolah untuk menyaksikan langsung hasil pembelajaran dan perkembangan putra-putri mereka.

Berita Lainnya  PT Jafa Indo Corpora Resmikan Kantor Cabang di Banyusari, Perluas Akses Kerja Migran ke Asia Tenggara

Dalam sambutannya, Kepala SDN Cilamaya 1, Kosasih, S.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan syukuran kenaikan kelas dan perpisahan siswa kelas VI yang dikemas melalui Gelar Karya Kokurikuler dan penerapan 7KAIH merupakan bagian dari transformasi pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter.

“Kami sengaja mengemas kegiatan ini dengan sederhana, beralaskan lantai dan beratapkan langit, agar anak-anak memahami bahwa makna pendidikan tidak terletak pada kemewahan, melainkan pada proses belajar dan nilai-nilai yang ditanamkan. Melalui gelar karya kokurikuler dan pembiasaan 7KAIH, kami ingin membentuk anak-anak yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga berakhlak, mandiri, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial,” ujar Kosasih.

Ia juga berharap nilai-nilai kebiasaan positif yang telah ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

“Kami berharap para orang tua dapat melanjutkan pembiasaan baik ini di rumah. Jika sekolah dan keluarga berjalan seiring, maka karakter anak Indonesia yang hebat, berdaya saing, dan berakhlak mulia insyaallah dapat terwujud,” tambahnya.

Berita Lainnya  Tenda Bambu dan Panggung Meja Belajar Warnai Perpisahan Siswa SDN Tegalsari 1 Cilamaya Wetan

Senada dengan itu, Ketua Komite Sekolah sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, AOF Fathulloh, S.Pd.I, mengapresiasi kerja sama seluruh pihak, baik guru, orang tua, maupun siswa. Ia menegaskan bahwa keterlibatan orang tua dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat dan kolaboratif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu menggali potensi diri, lebih mudah memahami pelajaran melalui praktik langsung, serta menjadikan nilai-nilai 7KAIH sebagai karakter bawaan hingga dewasa. Bagi sekolah, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan jauh dari kesan membosankan.

Sementara bagi ekosistem pendidikan, acara ini menjadi ruang apresiasi bersama yang mempererat sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Syukuran kenaikan kelas dan perpisahan siswa kelas VI SDN Cilamaya 1 pun berakhir dengan penuh haru, kebanggaan, dan harapan, meninggalkan pesan kuat bahwa pendidikan sejati tidak diukur dari kemewahan acara, melainkan dari nilai dan karakter yang ditanamkan.

. Irwan

spot_img

TOP NEWS

spot_img

PEMERINTAHAN

ARTIKEL POPULER