Diduga Diborongkan, Proyek Revitalisasi Pagar SDN Sumurgede 2 Cilamaya Kulon Tuai Sorotan

KARAWANG – Proyek program revitalisasi pembangunan pagar di SDN Sumurgede 2, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, yang dipimpin oleh Nurjanah.S.Pd diduga dikerjakan secara asal-asalan. Kondisi ini terpantau langsung di lokasi pekerjaan pada Kamis, 18 Juni 2026.
Dari hasil pantauan, proses awal pemasangan batu sebagai pondasi pagar sekolah tersebut dinilai tidak sesuai dengan kaidah teknis konstruksi.
Pasalnya, batu pondasi terlihat langsung ditancapkan ke tanah yang telah digali tanpa terlebih dahulu diberi adukan pasir dan semen.
Setelah batu-batu tersebut disusun rapi di dalam galian, barulah adukan pasir dan semen dituangkan.
VIDEO KONDISI PEMASANGAN BATU PONDASI SDN SUMURGEDE 2.
Metode pekerjaan seperti ini memunculkan kekhawatiran akan kekuatan dan daya tahan bangunan pagar ke depan.
Pondasi merupakan bagian paling krusial dalam sebuah konstruksi, sehingga apabila dikerjakan tidak sesuai standar, dikhawatirkan akan berdampak pada kualitas dan usia bangunan.
Diketahui, pekerjaan revitalisasi pagar sekolah tersebut dikerjakan oleh para pekerja yang berasal dari Purwakarta.
Namun saat dimintai keterangan terkait metode pemasangan pondasi yang dinilai janggal itu, para pekerja memilih bungkam dan tidak memberikan tanggapan apa pun.
Lebih lanjut, proyek revitalisasi yang seharusnya dikerjakan secara swakelola sesuai ketentuan, justru diduga kuat diborongkan kepada pihak tertentu.
Dugaan ini semakin menguat seiring ditemukannya cara kerja di lapangan yang dinilai tidak mencerminkan prinsip kehati-hatian dan standar mutu pekerjaan konstruksi.
Kondisi tersebut menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Diharapkan Dinas maupun instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi pagar SDN Sumurgede 2.
Pasalnya, proyek tersebut menggunakan anggaran negara dan berada di lingkungan pendidikan yang menyangkut keselamatan serta kenyamanan peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah, pelaksana proyek maupun pihak berwenang terkait dugaan pekerjaan asal-asalan dan indikasi proyek yang tidak dikerjakan secara swakelola tersebut.
. Irwan





